Equityworld futures – Militer Mesir mengatakan telah menewaskan pimpinan kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam ISIS di Sinai, bersama dengan puluhan ribu anggotanya.

Pernyataan itu juga menyebutkan Abu Duaa al-Ansari tewas dalam sebuah rangkaian serangan udara terhadap para anggota kelompok militan ISIS di provinsi Sinai – atau Ansar Beit al-Maqdis.

Serangan udara itu menargetkan wilayah yang dikuasai kelompok militan di dekat kota El-Arish.

Kelompok pemberontak di provinsi Sinai merupakan yang paling aktif di Mesir dan terkait dengan serangan mematikan di Sinai dan Kairo.

Militer Mesir mengatakan:”Serangan menyebabkan 45 teroris tewas, puluhan terluka dan sejumlah senjata dimusnahkan.”

Brigjen Mohammed Samir mengatakan dalam unggahan di Facebook bahwa Ansari tewas dalam sebuah operasi yang dikendalikan oleh informasi “intelejen yang akurat”.

Tetapi tulisan itu tidak mengatakan kapan operasi dilakukan.

Serangan udara dilakukan di El-Arish, yang merupakan kota di bagian utara Sinai.

Kelompok Islam militan, yang telah aktif di Semenanjung Sinai sejak 2011, belum mengeluarkan komentar terkait pernyataan militer.

Militan Islam meningkat di Mesir sejak militer memakzulkan Presiden Mohammed Morsi dari Ikhwanul Muslimin pada 2013 lalu.

Survei terbaru yang dilakukan oleh situs berita Al-Araby al-Jadid yang berbasis di London menyebutkan kelompok militan telah melakukan lebih dari 31 serangan di seluruh wilayah Sinai hanya dalam dua pekan pada Maret 2016.

Kelompok ini juga produktif dalam membuat video propaganda.

Rabu lalu, sebuah video yang disebut berasal dari kelompok yang berafiliasi dengan ISIS di Sinai mengeluarkan ancaman langsung – yang jarang disampaikan- ke Israel, dengan mengatakan akan “membayar dengan harga mahal” secepatnya.