Equityworld futures – Bursa saham Jepang di buka turun untuk hari ketiga karena penguatan yen setelah rincian dari paket stimulus pemerintah mengecewakan para investor. Perusahaan pengiriman dan perbankan memimpin penurunan.

Indeks Topix melemah 1,5 persen menjadi 1,281.40 pada pukul 09:02 pagi di Tokyo, dengan semua 33 kelompok industri mmengalami penurunan. Nikkei 225 Stock Average merosot 1,3 persen. Yen diperdagangkan di level 101,15 per dolar setelah naik 1,5 persen pada hari Selasa karena paket belanja sebesar 28 triliun yen ($ 277 miliar) gagal untuk menyalakan optimisme bahwa pemerintah Jepang dapat menghidupkan kembali perekonomiannya.

Kontrak pada Indeks S&P 500 kehilangan 0,1 persen. Indeks yang mendasari jatuh 0,6 persen pada hari Selasa, turun tajam dalam empat minggu terakhir, karena merosotnya harga minyak mentah dan data belanja konsumen yang lesu menghidupkan kembali kecemasan bahwa pertumbuhan global akan goyah.

Kabinet Jepang mengumumkan pengeluaran ekstra untuk tahun fiskal saat ini sebesar 4.6 triliun yen ($ 45 miliar), setelah Perdana Menteri Shinzo Abe berupaya untuk meningkatkan perekonomian tanpa meninggalkan target untuk meningkatkan kesehatan fiskal. Paket tersebut akan mencakup 13.5 triliun yen dari kebijakan fiskal, termasuk 7.5 triliun yen belanja baru mulai tahun ini, dan 6 triliun yen untuk low-cost loans.