Emas berjangka menguat setelah perekonomian AS mengalami kontraksi pada kuartal pertama, mengurangi kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan cepat untuk menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak tahun 2006 silam.

Produk domestik bruto (PDB) turun 0,7 %, akibat cuaca pada musim dingin yang ekstrim, menurut data dari Departemen Perdagangan pada hari Jumat. Revisi dari laporan pemerintah sebelumnya menyatakan ekonomi naik 0,2 %. Dengan berhentinya perluasan, The Fed mungkin cenderung untuk mempertahankan suku bunga pada rekor terendahnya untuk memastikan pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

Emas berjangka untuk pengiriman bulan Agustus naik 0,1 % untuk menetap di level $ 1,189.80 per ons pada pukul 1:48 siang di Comex New York, membatasi kenaikan pertama sejak 18 Mei lalu. Harga emas telah naik sebesar 0,6 % pada bulan Mei, yang merupakan kenaikan bulanan pertama sejak bulan Januari.

Sementara itu, Perak untuk pengiriman bulan Juli naik 0,2 % ke level $ 16,701 per ons, menguat sebesar 3,4 % pada bulan Mei.

Platinum berjangka untuk pengiriman bulan Juli turun 0,4 % ke level $ 1,111.50 per ons di New York Mercantile Exchange, turun pada hari keenam, merupakan penurunan terpanjang sejak 12 Maret. Sedangkan palladium berjangka untuk pengiriman bulan September melemah 1,1 % ke level $ 777,10 per ons.