Equity World Futures: Guna meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan pihaknya akan meningkatkan kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukkan materi mengenai jasa keuangan di kurikulum pendidikan formal.

Pernyataan tersebut seperti dikemukakan Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S Soetiono di Jakarta, Rabu (2/6). “OJK akan menyusun materi literasi keuangan yang mencakup seluruh sektor jasa keuangan untuk setiap jenjang pendidikan formal,” kata Kusumaningtuti yang kerap disapa Tituk ini.

Menurut Tituk, upaya OJK untuk menyisipkan materi tentang OJK dan industri jasa keuangan di kurikulum pendidikan formal, tidak terlepas dari peran otoritas untuk menjalankan program nasional Literasi Keuangan Indonesia. “Yang dilakukan OJK ini atas kerjasama dengan Kemendikbud untuk memperkaya Kurikulum 2013 yang sudah diterapkan di beberapa wilayah,” ucapnya.

Dia mengatakan, kerjasama OJK dengan Kemendikbud beserta industri jasa keuangan untuk mendorong literasi keuangan sudah masuk pada tahap penyusunan buku pengayaan mata pelajaran ekonomi kelas X dengan judul “Mengenal Otoritas Jasa Keuangan dan Industri Jasa Keuangan”.

Bahkan, jelas Tituk, pada hari ini dan besok, OJK menggelar program kerjasama lanjutan dengan menyelenggarakan “Training of Trainers” untuk guru ekonomi di seluruh Indonesia dengan materi OJK dan industri jasa keuangan.

Dia menyebutkan, OJK mengundang guru-guru ekonomi Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA) dari beberapa wilayah di Indonesia untuk dilatih mengenai pendidikan jasa keuangan. “Diharapkan guru sebagai fasilitator dapat menyampaikan pengetahuan tentang OJK dan industri jasa keuangan, sehingga dapat berperan meningkatkan literasi keuangan di Indonesia,” katanya.

Sumber berita: www.plasadana.com