bullion-dollars

Ada korelasi negatif antara dolar AS dan harga emas dalam sejarah perdagangan. Sehubungan dengan terjadinya penguatan dolar, mengakibatkan sebagian besar investor melepaskan posisinya dalam emas dan saham emas. Pada awal tahun ini, yang terjadi adalah dolar AS yang kuat menekan harga emas di semester pertama. Tapi kemungkinan akan lebih baik pada semester ke dua, dimana pasar saham AS mulai melambat. Beberapa faktor baru memperkuat permintaan untuk emas. Permintaan fisik telah sangat kuat dalam mengantisipasi turunnya harga emas. Ini bisa menjadi titik balik dalam sejarah pergerakan emas. Penentuan harga emas bisa bergerak secara permanen dari barat ke timur. Cina dan India mengkonsumsi sekitar dua pertiga permintaan global untuk emas. Sementara negara-negara berkembang lain mengambil sisanya. Tapi harga emas yang ditetapkan di London atau New York tetap didorong oleh kebijakan moneter AS. Ketegangan antara harga emas dan permintaan berasal dari dua faktor: pertama, toko emas di Asia tidak memiliki cukup emas fisik untuk memenuhi kuota permintaan. Kemudian harga emas yang ditetapkan di Shanghai secara konsisten lebih tinggi daripada harga yang ditetapkan di London atau New York. Akibatnya emas fisik cenderung mengalir dari Barat ke Timur karena kesenjangan harga.

Ini hanya masalah waktu sebelum gudang London dan New York akhirnya dikosongkan. Ketika saham emas bergeser ke timur, maka harga yang ditetapkan di Shanghai akan menjadi harga riil. Bursa emas di Barat akan mengikutinya. Jika ditelusuri dari sejarah, China mengirim emasnya ke Barat sejak abad pertengahan ke 19. Ketidakpastian dalam negeri mendorong gelombang imigrasi yang dibiayai oleh emas. Namun terdapat kecenderungan terbalik selama satu dekade terakhir. Bisa jadi tren ini kemungkinan akan lebih tampak lagi dalam beberapa dekade mendatang. Kemudian India pun memiliki emas terbanyak di dunia. Sedangkan The Fed memiliki cadangan emas terbanyak di antara semua bank sentral dunia. China di lain pihak, mempunyai kemungkinan akan melampaui keduanya dalam dekade mendatang. Emas=Uang Emas adalah pengganti uang.

Produksi emas adalah sekitar 3.500 ton per tahun dan bernilai US$ 154 milyar atau 951 milyar yuan ($ 154.900.000.000). China kemungkinan berencana akan meningkatkannya menjadi sebesar 14 triliun yuan atau menjadi 16 kali pasokan emas. Dalam lima tahun permintaan China bisa naik hingga 2 triliun yuan per bulan, sementara pasokan emas akan tetap sama. Emas harus bertukar dengan uang yang beredar di China, bukan dengan uang yang berasal dari Amerika Serikat. Selain China, India akan tetap menjadi sumber terbesar kedua permintaan. Bahkan jika ekonomi tumbuh sebesar 5% per tahun, secara proporsional permintaan emas akan meningkat sebesar 28% dalam lima tahun.

Bank of Japan mentargetkan inflasi 2%, Jepang telah menjadi kekuatan permintaan emas juga. Mengesampingkan penguatan dari dolar AS, emas tetap memiliki masa depan yang sangat cerah. Diperkirakan bahwa harga emas akan mencapai US $ 3.000 per ounce dalam lima tahun kedepan.

(Mario Prabowo – Head of Research and Editor @ www.kpfnews.com, @marioprabowo)

See more at: bisnisindeks.com