Equityworld futures – Meskipun emas sudah tampil mengesankan sejauh ini di tahun 2016, dengan melonjak sekitar 24% secara year to date (ytd), analis di Macquarie Research mengatakan logam kuning masih jauh dari level puncak 2011 nya, yang apabila disesuaikan terhadap inflasi, akan menempatkan emas di level $ 2.000 per ounce.

“Rekor lonjakan investasi pada tahun 2016 telah mengangkat emas dari penurunan namun harga tetap berada jauh di bawah level tinggi pada tahun 2011,” tulis mereka dalam sebuah laporan yang dirilis awal pekan ini.

Mereka mengaitkan pelemahan relatif emas dengan ekonomi AS yang lebih kuat, dalam bentuk dolar yang kuat dan yield yang lebih tinggi, serta kurangnya permintaan fisik, yang menjadi salah satu faktor lain.

“Ekspektasi kami sejauh ini menunjukkan kenaikan yang lambat untuk harga emas lebih mungkin terjadi dibandingkan dengan lonjakan yang lebih tinggi,” kata mereka.

Berdasarkan harga Jumat lalu, emas Desember di Comex naik $ 4,60 ke level $ 1,321.70 per ounce, logam kuning ini masih tetap sekitar 30% di bawah rekor level tertingginya di atas $ 1.900 yang ditorehkan pada 6 September 2011. “dan bahkan rekor level tertinggi tahun ini di level $ 1.366 / oz masih 28% lebih rendah dari rekor level tertinggi sepanjang masa, “analis menjelaskan.

“Secara riil, menyesuaikan dengan inflasi AS, selisih diatas bahkan menjadi lebih besar. Level tertinggi sepanjang masa pada 2011 bernilai lebih dari $ 2.000 / oz apabila disesuaikan dengan nilai uang hari ini, “tambah mereka.

Mengapa emas “begitu lemah?”

“Latar belakang makroekonomi yang kurang mendukung, dan hal itu menjadi penyebab utama untuk kondisi ekonomi AS dan prospek ekonomi sekarang tidak dalam kesulitan yang sama seperti yang terjadi pada 2011,” kata mereka.

Untuk alasan ini, mereka melanjutkan, harga emas beserta kepemilikan yang diperdagangkan di bursa-fund belum cukup meningkat, meskipun tumbuh menuju rekor atau mendekati rekor tertinggi tahun ini.

Pemulihan ekonomi AS tampaknya berlangsung, dan analis melihat kenaikan dolar AS serta imbal hasil obligasi sebagai bukti nyata.

“Level dolar AS dan suku bunga riil AS mencerminkan optimisme yang lebih besar tentang ekonomi AS jika dibandingkan dengan tahun 2011/2012,” kata mereka. ┼ôSementara pasar masih sensitif terhadap tanda-tanda resesi AS, yang mana hal itu masih jauh dari argumen dasar kebanyakan investor.”

Akhirnya, para analis melihat bahwa permintaan emas fisik yang rendah merupakan faktor lain yang berkontribusi untuk membuat emas berada di bawah harga puncaknya, menambahkan bahwa penurunan pembelian dari bank sentral juga menjadi salah satu faktor lain.