Equity World  РHarga batu bara terus menunjukkan kekuatannya pada akhir perdagangan Kamis (6/7/2017), perdagangan hari kelima berturut-turut.

Pada perdagangan Kamis, harga batu bara untuk kontrak April 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, berakhir menguat 0,82% atau 0,60 poin ke posisi US$73,85/metrik ton.

Harga batu bara kontrak April telah menguat selama lima hari berturut-turut setelah ditutup dengan kenaikan 0,56% di posisi 71,20 pada 30 Juni.

Menurut tim riset Sinarmas Sekuritas, sentimen positif untuk batu bara ditopang oleh tingginya tingkat curah hujan di China yang menyebabkan banjir di sungai Yangtze dan mengakibatkan turunnya tingkat kapasitas hydropower plant secara cukup signifikan. Hydropower adalah sumber listrik terbesar kedua setelah batu bara.

Sejalan dengan batu hitam, pada akhir perdagangan Kamis harga minyak mentah dunia mengalami sedikit kenaikan, ditopang oleh penurunan persediaan minyak mentah dan bensin Amerika Serikat (AS) yang lebih besar dari perkiraan.

Harga minyak WTI kontrak Agustus 2017 berakhir naik 0,86% atau 0,39 poin ke US$45,52 per barel, setelah dibuka dengan kenaikan tajam 1,15% di posisi 45,65.

Adapun patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak September 2017 ditutup naik 0,67% atau 0,32 poin ke US$48,11, setelah dibuka dengan penguatan 1,03% atau 0,49 poin di posisi 48,28.

Badan energi AS, Energy Information Administration (EIA), melaporkan jumlah stok minyak mentah AS turun sebesar 6,3 juta barel. Angka itu lebih besar dari perkiraan para analis untuk penurunan sekitar 2,3 juta barel.

Dengan demikian, total jumlah persediaan minyak mentah menjadi 502,9 juta barel, level terendah sejak Januari.

Sementara itu, jumlah stok bensin AS turun 3,7 juta barel dalam pekan terakhir. Angka itu jauh melebihi perkiraan untuk penurunan hanya sebesar 1,1 juta barel. Namun, jumlah persediaan bensin tetap mencapai sekitar 6% di atas jumlah rata-rata musiman. (sumber:bisnis.com)
PT Equity World Futures