EquityWorld Futures Jakarta: Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore melemah sebesar 10 poin menjadi Rp11.687 dibandingkan sebelumnya Rp11.677 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futres Ariston Tjendra di Jakarta, Senin, mengatakan minimnya data ekonomi baru di dalam negeri membuat pergerakan mata uang rupiah mendatar dengan kecenderungan melemah.

Sebagian pelaku pasar lebih memilih dolar AS sebagai penjaga nilai aset di tengah minimnya sentimen, ujarnya.

“Belum ada data baru yang dapat menggerakan mata uang rupiah ke area positif di pasar valas domestik,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut dia, sentimen dari hasil gugatan pemilihan umum presiden (pilpres) di Mahkamah Kostitusi (MK) juga masih dinanti pelaku pasar uang di dalam negeri.

“Arah hasil pilpres sudah mulai terlihat, namun masih harus menunggu kepastian sehingga pelaku pasar masih wait and see,” katanya.

Dari eksternal, Ariston Tjendra mengatakan konflik di perbatasan Ukraina dengan Rusia yang kembali terjadi kembali membayangi aset mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.

“Meski tidak signifikan, namun cukup mempengaruhi bagi pasar emerging market. Gejolak di Ukraina mungkin masih akan membayangi pergerakan pasar pekan ini,” katanya.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada hari Senin ini (18/8), tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp11.681 dibandingkan posisi sebelumnya di Rp11.693 per dolar AS.

Sumber berita: www.antaranews.com