EquityWorld: Bursa saham Asia menguat di awal pekan ini didorong sentimen hasil stress test sebagian besar bank Eropa dan tanda-tanda pemulihan di wilayah tersebut.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,5 persen menjadi 138,22 pada pukul 09.01 waktu Tokyo, dan ini level intraday tertinggi sejak 10 Oktober. Indeks saham acuan regional ini melonjak 2,9 persen pada pekan lalu setelah hasil kinerja perusahaan Amerika Serikat mengalahkan estimasi dan ukuran manufaktur Eropa yang secara tak terduga menunjukkan ekspansi bulan ini.

Sementara itu, indeks saham Jepang Topix naik 0,6 persen dan indeks saham Australia menguat 0,5 persen. Penguatan indeks saham ini juga diikuti indeks saham Korea Selatan kospi menguat 0,5 persen. Sedangkan indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,7 persen ke level 15.404,28.

Sentimen global terutama dari Eropa mempengaruhi laju IHSG. Dalam studi bank sentral Eropa tak satu pun dari bank terbesar di Eropa yang ditemukan kurang.

“Kebanyakan orang mengharapkan pasar melanjutkan aksi ambil untung. Namun pihak berwenang di Eropa telah membuang begitu banyak masalah dan akan terus membanjiri pasar dengan likuiditas. Masalah utama Eropa beberapa tahun terakhir merupakan berita lama,” ujar Donald Williams, Chief Investment Officer Platypus Asset Management Ltd, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (27/10/2014).

Sementara itu, sentimen lainnya yaitu pertumbuhan ekonomi China. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi China akan melambat menjadi 7,3 persen pada 2015.  Hal itu disampaikan anggota Akademis dari Komite Penasihat Kebijakan Moneter Bank Rakyat China, Song Quoqing.

Pernyataan ini berlawanan dengan prediksi Fan Jiangping, Chief Economist di sebuah lembaga penelitian negara yang menyatakan, pertumbuhan ekonomi China 7 persen kecuali pemerintah pusat memberlakukan langkah-langkah stimulus lebih kuat.

Sejumlah perusahaan di Amerika Serikat (AS) pun melaporkan pendapatan yang melampaui perkiraan analis. Sekitar 79 persen dari S&P 500 telah melaporkan pendapatan kuartalan musim ini. Caterpillar Inc dan Yahoo Inc melonjak pekan lalu setelah membukukan pendapatan kuartal III lebih baik dari perkiraan.