Equityworld futures – Harga minyak memperpanjang penurunan mereka ke sesi kedua, dengan kerugian moderat pada hari Selasa didukung oleh ketidakpastian mengenai apakah pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dengan produsen minyak utama lainnya akhir pekan ini mungkin benar-benar tercapai.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari turun 12 sen atau 0,2% untuk menetap di level $57,99 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak Brent Januari di bulan depan yang berakhir pada penyelesaian hari Kamis, berakhir di levle $63,61, turun 23 sen atau 0,4%.

Harga minyak AS menetap lebih rendah untuk pertama kalinya dalam empat sesi pada hari Senin. Pergerakan itu terjadi saat beberapa pedagang mulai mempertanyakan apakah pertemuan hari Kamis akan menghasilkan perpanjangan kesepakatan pemotongan produksi yang pertama kali dilaksanakan pada bulan Januari. Pemotongan produksi tersebut akan berakhir pada Maret 2018 mendatang.

Harga minyak telah bergerak lebih tinggi dalam beberapa sesi terakhir setelah data inventaris AS mengindikasikan penurunan cadangan, serta kekhawatiran akan gangguan pada jaringan pipa Keystone di AS. Namun TransCanada mengatakan bahwa pipa Keystone akan kembali beroperasi pada hari Selasa, meskipun “mengurangi level ” untuk memungkinkan layanan yang aman dan terkendali.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate memantul dari level terburuknya pada hari Senin setelah sebuah laporan bahwa pekerja minyak di Brazil akan melakukan aksi mogok akhir pekan ini.

Energy Information Administration (EIA) akan mengeluarkan update mingguan pasokan minyak AS pada hari Rabu dini hari. Angka dari American Petroleum Institute dirilis Selasa malam.

Analis yang disurvei oleh S&P Global Platts mengharapkan EIA melaporkan penurunan stok minyak mentah sebesar 3 juta barel, bersamaan dengan kenaikan 1,1 juta bensin dan kenaikan 160.000 barel pada pasokan penyulingan.