Kepercayaan investor Jerman melonjak ke level tertinggi dalam 11 bulan pada bulan Januari setelah Bank Sentral Eropa bersiap untuk melakukan pelonggaran kuantitatif.

Riset Ekonomi Eropa yang dilakukan oleh ZEW Center yang berada di Mannheim mengatakan indeks investor dan ekspektasi analis, yang bertujuan untuk memprediksi perkembangan ekonomi dalam enam bulan kedepan, naik menjadi 48,4 dari 34,9 pada bulan Desember. Para ekonom telah memperkirakan kenaikan di angka 40, menurut rata-rata dari 37 perkiraan dalam survei Bloomberg News.

Pembacaan muncul dua hari sebelum Dewan Pemerintahan ECB berkumpul mempertimbangkan pembelian obligasi pemerintah skala besar sebagai alat terbesarnya dalam mencegah deflasi di zona euro. Spekulasi atas rencana telah membantu mendorong acuan Indeks DAX Jerman ke rekor tinggi dan euro ke level terendah 11 tahun, dan mendorong arus dana yang mungkin berkontribusi terhadap keputusan yang mengejutkan dari Swiss National Bank (SNB) untuk mengakhiri batas tukar mata uang negaranya.

“Saya cukup optimis terhadap ekonomi Jerman – fundamental domestik yang kuat, dan dengan melemahnya euro dan pasar ekuitas yang baik, prospek bagi eksportir menjadi lebih baik,” kata Aline Schuiling, ekonom senior dari ABN Amro Bank NV di Amsterdam. “Bagian dari peningkatan ini adalah berkat antisipasi QE yang berdaulat. Jerman sudah mendapatkan manfaat dari itu. ”

Ekonom dalam survei Bloomberg memprediksi Presiden ECB, Mario Draghi akan mengumumkan program pembelian obligasi sebesar 550 miliar euro ($ 640 miliar) pada 22 Januari. Rencana tersebut akan sangat terfokus pada obligasi pemerintah, dengan termasuk beberapa instrumen utang lainnya, survei menunjukkan.