Equityworld Futures – Dolar Amerika Serikat naik tipis pada Rabu (19/05) pagi di tengah menguatnya ekspektasi suku bunga acuan bank sentral AS akan tetap rendah untuk beberapa waktu.

Pada hari Rabu setempat, bank sentral, AS the Fed, diperkirakan akan menerbitkan notulen hasil rapat terbarunya dan diharapkan dapat menunjukkan pengambil kebijakan masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga masih butuh waktu sebagaimana yang dilansir Reuters Rabu (19/05) pagi.

Selain itu yang memegang peranan lain untuk arah tren dolar AS bagi pasangannya yakni data harga konsumen di Inggris dan Kanada hari ini.

Analis Mizuho Securities di Tokyo menyampaikan kekhawatirannya tentang kekuatan relatif inflasi setelah rilis data harga konsumen AS yang cukup tinggi. Menambahkan, apabila data Inggris dan Kanada diumumkan di bawah level tersebut maka ini bisa dipandang sebagai tingkat normalisasi AS akan lebih cepat dan penjualan dolar kemungkinan tidak lama.

Pukul 10.44 WIB, USD/CAD naik tipis 0,05% ke 1,2071 dan GBP/USD stabil di level 1,4187. EUR/USD menguat tipis 0,07% di 1,2229.

Adapun indeks dolar AS sedikit menguat 0,04% ke 89,767.

Dari dalam negeri, rupiah kembali melemah 0,23% ke 14.302,5 per dolar AS hingga pukul 10.51 WIB.

Untuk diketahui, data harga konsumen AS meningkat sebesar 4,2% pada April dari tahun lalu dan ini merupakan kenaikan tercepat lebih dari satu dekade sehingga mengejutkan para investor.

Namun the Fed menenangkan pasar dengan menyatakan lonjakan tersebut bersifat sementara dan suku bunga diharapkan juga akan tetap rendah.

Sedangkan AUD/USD turun 0,02% ke 0,7790 dan NZD/USD turun 0,18% di 0,7235 pukul 10.49 WIB.

Di pasar kripto, bitcoin makin anjlok 9,93% di $40.569,0 pukul 10.50 WIB. Tren pelemahan ini muncul setelah layanan transaksi cryptocurrency dilarang di China.

Sumber : Reuters, Investing
Equityworld Futures