Equity World – Kenaikan harga Bitcoin pada Desember hingga awal Januari melambungkan harapan investor terhadap mata uang kripto tersebut. Akan tetapi, analis JP Morgan (NYSE:JPM) Chase memprediksi harga Bitcoin tak akan melampaui 40 ribu dolar AS (sekitar Rp564,7 juta) lagi.

Mengutip Entrepreneur, Selasa (26/1/2021), harga Bitcoin melewati 40 ribu dolar AS pada 7 Januari; kemudian naik lagi ke angka 42 ribu dolar AS (sekitar Rp593 juta).

Berdasarkan harga itu, analis JP Morgan memprediksi, “Bitcoin akan mencapai 146 ribu dolar AS (sekitar Rp2,1 miliar) per unit sehingga dapat berkompetisi dengan emas.”

Akan tetapi, dunia mata uang kripto penuh dengan risiko. Beberapa hari setelah prediksi itu, harga Bitcoin anjlok ke level 31 ribu-35 ribu dolar AS (sekitar Rp438 juta-Rp494 juta) dengan harga tertinggi 39 ribu dolar AS (sekitar Rp551 juta).

Karena kondisi itu, JP Morgan mengurangi harapan terhadap Bitcoin. Berdasarkan prediksi baru, lemahnya permintaan dan peluang investor menarik keuntungan mereka mencegah pemulihan BTC.

Analis berpendapat, “aliran sumber daya institusional ke Grayscale Bitcoin Trust tak cukup kuat bagi Bitcoin melampaui 40 ribu dolar AS.”

Dari segi pertumbuhan, harga rata-rata Bitcoi hanya 7.300 dolar AS pada awal 2020 dan lebih dari 29 ribu dolar AS pada akhir tahun. Artinya, perkiraan pertumbuhan 12 bulan Bitcoin mencapai 400%.

 

 

Sumber : VOA, Warta Ekonomi
PT Equity World Futures