Equityworld futures – Calon presiden Amerika dari partai Republik Donald Trump, yang ketinggalan jauh dari saingannya Hillary Clinton di kalangan warga minoritas, melakukan usaha baru untuk merayu dukungan dari golongan kulit hitam dan keturunan Amerika Latin.

Trump, seorang pengusaha besar real-estate yang melakukan usaha pertamanya untuk memperoleh jabatan politik, mengatakan kepada khalayak pendukungnya yang sebagian besar kulit putih di negara bagian Virginia hari Sabtu bahwa ia menyadari œusaha menjangkau masyarakat kulit hitam adalah bidang dimana partai Republik harus mendapat dukungan yang lebih baik, dan akan memperoleh dukungan yang lebih baik.

Ia mengemukakan tentang sejarah partai itu, dengan presiden pertama dari partai Republik, Abraham Lincoln, yang membebaskan budak dalam pertengahan tahun 1800-an. Saya menghendaki partai kita menjadi partai yang didukung oleh kaum kulit hitam lagi, kata Trump.

Sebelumnya, Trump bertemu di New York dengan sekelompok keturunan Amerika Latin yang menasehati kampanyenya. Ia mengatakan kepada mereka, menurut beberapa orang yang menghadiri pertemuan itu, bahwa ia ingin mengembangkan cara œyang manusiawi dan efisien untuk menanggulangi masalah 11 juta imigran gelap yang ada di Amerika Serikat, yang mayoritasnya keturunan Amerika Latin dari Meksiko dan benua Amerika Tengah.

Trump telah menuduh Meksiko mengirim pemerkosa dan penjahat ke Amerika dan memenangkan pemilihan bakal calon presiden dari partai Republik dengan kampanye yang menyerukan pembangunan tembok antara Meksiko dan Amerika dan mendeportasi orang-orang yang tinggal di Amerika secara illegal.