Equity World – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beranjak melemah pada awal perdagangan sesi I Selasa (19/01) pagi seiring pelemahan harga saham KRAS meski melaporkan lonjakan penjualan produk 17% lebih.

IHSG bergerak turun 1,02% di 6.324,61 menurut data Investing.com pukul 09.34 WIB. Sebelum dikutip dari WE Online, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,50% ke level 6.421,86 pada pembukaan sesi I, 19 Januari 2021. Tak butuh waktu lama, IHSG berhasil menebalkan apresiasi hingga lebih dari 0,65%.

Aktivitas borong saham pun ramai dilakukan pada menit-menit awal perdagangan. Meski tidak signifikan, asing tercatat membukukan nilai beli bersih sebesar Rp38,89 miliar.

Sejumlah 1,19 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi 76.623 kali dan membukukan nilai transaksi harian sebesar Rp1,28 triliun. Pergerakan saham yang terpantau meliputi 187 saham naik, 106 saham turun, dan 163 saham lainnya stagnan.

Adapun tambah laporan, PT Krakatau Steel (JK:JK:KRAS) Tbk meningkatkan penjualan produknya berupa Hot Rolled Coil (HRC) pada 2020 sebesar 19,11% menjadi sebesar 1.043.668 ton dibandingkan dengan 2019 yang sebesar 876.186 ton. Selain HRC, penjualan produk Cold Rolled Coil (CRC) meningkat 17,53% menjadi 405.742 ton dibandingkan dengan 2019 yang sebesar 345.237 ton.

Setali tiga uang, terjadi peningkatan penjualan produk baja di anak perusahaan emiten dengan sandi KRAS ini, seperti peningkatan volume penjualan produk baja profil sebesar 70,11% menjadi sebesar 34.444 ton dibandingkan dengan 2019 yang hanya sebesar 20.248 ton. Selain itu, penjualan pipa baja naik tipis 0,8 persen menjadi 88.327 ton dari 2019 sebesar 87.622 ton, serta bisnis coating pipa baja naik 12,2% dari 421.059 m2 menjadi 472.584 m2.

Dalam laporan keuangan per September 2020, emiten bersandi saham KRAS itu membukukan pendapatan US$938,79 juta. Nilai itu menurun 10,85% year on year (yoy) dari sebelumnya US$1,05 miliar.

Dengan perhitungan kurs pada 30 September 2020 senilai Rp14.918 per dolar AS, pendapatan itu setara dengan Rp14 triliun, turun dari sebelumnya Rp14,64 triliun (kurs September 2019 Rp13.901 per dolar AS).

Namun demikian, KRAS mampu mengurangi beban pokok pendapatan per kuartal III 2020 menuju US$826,43 juta dari sebelumnya US$995,35 juta. Laba bruto pun meningkat menjadi US$112,36 juta dari sebelumnya US$57,71 juta.

Dilansir dari data Investing.com, harga saham KRAS turun 6,58% di 710 per pukul 09.39 WIB.

Saham-saham top gainer pagi ini yaitu Binakarya Jaya Abadi Tbk PT (BIKA) naik 23,16%, Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) naik 14,47% dan Meta Epsi Tbk PT (MTPS) naik 28,34%. Adapun saham-saham top loser Rukun Raharja Tbk (JK:RAJA) turun 6,98%, Bank Bukopin Tbk (JK:BBKP) turun 6,94% dan Kimia Farma Persero Tbk (JK:KAEF) turun 6,92%.

Sumber : Investing, Reuters
PT Equityworld Futures