PT EquityWorld Futures: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkena euforia ‘Jokowi Effect’. Meski pengaruhnya tidak sekencang dulu, tapi euforia ini bisa mendorong IHSG naik 24 poin.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 21,309 poin (0,42%) ke level 4.104,830 pasca pengumuman pemenang Pilpres kemarin. Capres pilihan pelaku pasar, Jokowi-JK, sudah berhasil memenangkan Pemilu 2014.

Aksi beli langsung ramai sejak pembukaan perdagangan. Saham-saham yang kemarin sudah turun jadi sasaran empuk untuk perburuan beli saham.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Rabu (23/7/2014), IHSG menguat 24,157 poin (0,48%) ke level 5.107,678. Sementara Indeks LQ45 naik 2,306 poin (0,26%) ke level 876,084.

Indeks sempat naik cukup tinggi di awal perdagangan sampai ke titik tertingginya di 5.139,666. Investor asing mendominasi pembelian di lantai bursa.

Perdagangan siang hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 138.035 kali dengan volume 3,576 miliar lembar saham senilai Rp 5,574 triliun. Sebanyak 235 saham naik, 65 turun, dan 60 saham stagnan.

Bursa regional tak lagi kompak menguat setelah bursa saham Jepang jatuh ke zona merah gara-gara aksi ambil untung.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menipis 12,07 poin (0,08%) ke level 15.331,21.
  • Indeks Hang Seng menguat 157,36 poin (0,66%) ke level 23.939,47.
  • Indeks Komposit Shanghai naik 3,80 poin (0,18%) ke level 2.079,29.
  • Indeks Straits Times bertambah 20,84 poin (0,63%) ke level 3.337,75.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Mandom (TCID) naik Rp 1.525 ke Rp 17.525, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 25.625, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 600 ke Rp 7.850, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 69.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 53.700, Lionmesh (LMSH) turun Rp 225 ke Rp 7.675, Asahimas (AMFG) turun Rp 125 ke Rp 6.875, dan Inti Agri (IIKP) turun Rp 80 ke Rp 1.800.

Sumber berita: www.detik.com