Equityworld – Saham perusahaan logistik asal China, JD Logistics Inc. melonjak dalam debutnya di Hong Kong Stock Exchange (HKSE) dan berhasil mengumpulkan $3,2 miliar di pencatatan saham terbesar kedua pada tahun 2021 sampai saat ini.

Saham JD Logistics melonjak 10,75% di HKD44,7 ($5,76) pada pukul 12:42 AM ET (4:42 GMT), setelah melonjak hingga 18% di awal sesi. Saham perusahaan induk JD. Com Inc. (HK:9618) Hong Kong turun 0,21%.

Perusahaan mengumpulkan $3,2 miliar dalam pencatatan saham perdana. Saham telah dihargai senilai HK$40,36, harga terendah dari kisaran yang ditawarkan, yang mengarah pada kekhawatiran tentang permintaan listing baru di kota itu.

Porsi ritel dari IPO itu mengalami oversubscribed 715 kali oleh investor individu, yang bersaing hanya 3% dari saham yang ditawarkan, menurut arsip perusahaan.

Sedangkan, investor institusi mencatatkan 10,18 kali oversubscribed oleh 580 investor. Vision Fund Softbank Group Corp. (T:9984), Temasek Holdings dan BlackRock Inc. (NYSE:BLK) adalah di antara investor besar yang mengambil 48,3% saham.

JD Logistics, bidang pengiriman dari JD.com, didirikan pada tahun 2007 dan berpisah satu dekade kemudian. Memiliki jaringan lebih dari 900 gudang, JD Logistics akan berkembang ke wilayah yang kurang berkembang di China dan pasar baru secara global setelah IPO tersebut.

“Terus terang fokus untuk beberapa tahun ke depan masih akan bertumbuh… kami akan fokus pada ekspansi bisnis dan pertumbuhan pendapatan untuk beberapa tahun ke depan. Margin bersih kami akan terus meningkat dalam jangka panjang,” Chief Executive Officer JD Logistics Yu Rui menjelaskan kepada Bloomberg.

JD Logistics hanya mengambil bagian 2,7% dari industri logistik di China dan berencana untuk berekspansi ke luar negeri, termasuk Eropa. Perusahaan kemungkinan akan mendirikan pusat logistik di benua itu dalam satu tahun, tambah Yu.

Perusahaan masih mengalami kerugian, melaporkan kerugian bersih CNY4.1 miliar ($642.21 juta) pada tahun 2020, menurut prospektusnya.

Pencatatan tersebut muncul saat China sedang gencarnya memperketat pengawasan pada platform internet, seperti Alibaba Group Holding Ltd. hingga Tencent Holdings Ltd. dan Meituan.

“JD Logistics berkinerja lebih baik daripada perusahaan lain di sektor B2B dalam memastikan manfaat dari pekerja lini depan kami dan kepatuhan terhadap peraturan… Dari sudut pandang kami, kami tidak melihat banyak potensi risiko dalam regulasi,” terang Yu.

Sumber : Investing
Equityworld Futures