Equity World – PT Indika Energy Tbk (JK:INDY) memantapkan langkah untuk mendiversifikasi bidang usaha di luar bisnis tambang batu bara. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka mengurangi exposure terhadap batu bara sekaligus menambah sumber pertumbuhan baru di luar sektor batu bara.

Wakil Direktur Utama Indika Energy, Aziz Armand, mengungkapkan bahwa kesehatan dan keselamatan karyawan serta kesinambungan operasional menjadi fokus utama bagi perusahaan. Pada saat yang bersamaan, perusahaan berkomitmen untuk terus menambah portofolio nonbatu bara sebagai upaya mendiversifikasi bisnis.

“Kami yakin, berbekal kemampuan kami yang telah terbukti di bidang pertambangan dan didukung inisiatif digitalisasi yang telah kami terapkan, Indika Energy akan terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya, dilansir pada Senin, 21 Desember 2020.

Sebagai informasi, manajemen mengaku telah melakukan berbagai inisiatif untuk menanggulangi dampak Covid-19. Hal itulah yang kemudian membuat kinerja keuangan perusahaan masih dalam posisi yang kuat di tengah penurunan harga komoditas batu bara yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Per September 2020, Indika Energy mencatatkan kas senilai US$602 juta dengan net gearing 1,0x.Â

“Indika Energy juga melakukan inisiatif manajemen liabilitas melalui penerbitan surat utang sebesar US$675 juta yang hasilnya akan digunakan untuk mendukung diversifikasi usaha,” sambungnya lagi.

Pembangunan terminal penyimpanan BBM di Kariangau, Kalimantan Timur untuk ExxonMobil yang dioperasikan sejak awal November 2020 adalah salah satu langkah diversifikasi yang dilakukan Indika Energy. Selain itu, Indika Energy juga melakukan investasi strategis di perusahaan tambang emas Nusantara Resources Limited yang mengembangkan proyek Awak Mas, sebuah tambang emas di Sulawesi Selatan. Kepemilikan Indika Energy dalam perusahaan tersebuencapai 45,8% saham.

Sumber : Investing, Warta Ekonomi
PT Equity World Futures