PT Equity World Futures: Penggunaan mata uang rupiah terabaikan oleh masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah perbatasan saat melakukan transaksi perdagangan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mata uang asing justru dipakai di wilayah Indonesia yang berbatasan dengan negara lain.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah Natsir Mansyur mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan rupiah tak bergigi.

Pertama, dominasi barang impor yang dijual pedagang negara tetangga, seperti di daerah perbatasan Entikong, Kalimantan. Barang-barang kebutuhan pokok di perbatasan Kalimantan seperti gula, terigu, dan makanan kemasan lainnya banyak dipasok dari Malaysia. Bahkan beberapa pedagang Malaysia pun menjual barang dagangannya di wilayah Indonesia.

“Yang terjadi adalah kalau yang dijual adalah barang Malaysia tentu pakai uang Malaysia, ringgit. Ini masalah dagang saja,” katanya kepada detikFinance, Rabu (28/5/2014)

Ia menuturkan produk impor lebih mendominasi peredaran barang di perbatasan Kalimantan. Penyebabnya karena kemampuan industri di Pulau Jawa untuk mensuplai ke perbatasan sangat minim, karena keterbatasan infrastruktur.

Kedua, soal kepraktisan dan netralitas dalam bertransaksi. Dalam beberapa kasus di wilayah perbatasan menggunakan mata uang asing lebih praktis daripada menggunakan rupiah. Misalnya di perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Timor Leste, meski Indonesia surplus pasokan barang namun mata uang dolar AS lebih laku daripada rupiah.

“Jadi ini lebih kepraktisan saja, bukan soal kepercayaan,” katanya.

Ia mengatakan ketersedian pasokan barang asal Indonesia di wilayah perbatasan berbeda-beda. Misalnya di perbatasan Malaysia di Kalimantan dan Sumatera, produk-produk Indonesia relatif defisit di wilayah itu. Sedangkan di wilayah perbatasan NTT dan Papua Nugini, produk Indonesia relatif surplus.

Ketiga, faktor nilai rupiah. Natsir mengakui pamor rupiah di negara lain termasuk di negara tetangga relatif tak kuat. Penyebabnya selain nilainya rendah daripada mata uang lainnya, juga karena nominalnya sangat besar sehingga tak praktis.

“Rupiah itu hanya dikenal di Singapura, kalau kita masuk ke China, mana kenal rupiah,” katanya.

Sumber berita: http://finance.detik.com/read/2014/05/28/115141/2593813/5/ini-penyebab-rupiah-tak-laku-di-daerah-perbatasan