Equityworld Futures – Dow berakhir melemah pada perdagangan Kamis (22/04) setempat atau Jumat (23/04) pagi WIB seiring munculnya laporan Presiden AS Biden tengah mempertimbangkan kenaikan pajak capital gain besar-besaran untuk orang kaya di AS.

Dow Jones Industrial Average turun 0,94% ke 33.815,90, S&P 500 melemah

0,92% di 4.134,98 dan Nasdaq Composite turun 0,94% ke 13.818,41 menurut data Investing.com. Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 0,04% ke 5.996,52 pukul 10.38 WIB.

Biden dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk melipatgandakan kenaikan pajak capital gain hingga 39,6% bagi para pencari nafkah yang lebih tinggi untuk mendanai proposal program perawatan anak dan pendidikan yang termasuk dalam apa yang disebut American Family Plan.

Berita tersebut mengguncang sentimen investor dan menyeret saham-saham lebih jauh ke zona merah, membayangi gelombang pendapatan perusahaan lainnya.

Southwest Airlines (NYSE:LUV) turun 1,5% setelah diperkirakan dapat mencapai titik impas pada bulan Juni, didukung oleh pemesanan perjalanan wisata yang kuat hingga bulan-bulan di musim panas. Proyeksi optimis ini mengimbangi hasil kuartalan yang beragam karena pendapatan tidak mencapai perkiraan.

Las Vegas Sands (NYSE:LVS) jatuh 4% usai Wall Street memberikan atensi yang hati-hati pada perusahaan menyusul hasil kuartal pertama yang meleset dari intinya.

Equifax (NYSE:EFX) melaporkan hasil kuartal pertama yang melampaui perkiraan Wall Street, mengirimkan harga sahamnya naik 15% lebih tinggi.

Gelombang pendapatan perusahaan yang sebagian besar bullish datang setelah lonjakan kasus virus global yang telah mendinginkan ekspektasi atas pembukaan kembali yang lebih cepat. India melaporkan rekor lonjakan kasus satu hari pada hari Kamis.

Namun di AS, kasus Covid-19 terus menurun, di mana Presiden AS Joe Biden mengonfirmasi negara tersebut telah mencapai tonggak sejarah 200 juta vaksin.

Peningkatan data ekonomi, terutama di pasar tenaga kerja, terus mencerminkan keberhasilan peluncuran vaksin yang telah membuka kembali perekonomian.

Dalam pekan terakhir 17 April, 547.000 orang mengajukan asuransi pengangguran, turun 39.000 dari 586.000 yang direvisi naik minggu sebelumnya dan meleset dari perkiraan ekonom untuk 610.000.

Saham-saham energi melesu meskipun harga minyak pulih dari beberapa penurunan di tengah harapan untuk pemulihan permintaan tetap rapuh akibat meningkatnya infeksi virus global.

Emiten teknologi besar, beragam menjelang pendapatan utama untuk sektor ini. Intel (NASDAQ:INTC) akan melaporkan hasil kuartalannya setelah bel penutupan.

Induk Google Alphabet (NASDAQ:GOOGL), Facebook (NASDAQ:FB), Amazon.com (NASDAQ:AMZN), Microsoft (NASDAQ:MSFT), dan Apple (NASDAQ:AAPL) berada di zona merah.

Dalam berita lain, penjualan bisnis ritel Citigroup (NYSE:C) dilaporkan dapat menghasilkan pendapatan senilai $6 miliar.

Sumber : Reuters, Investing
PT Equityworld Futures