Equity world – Bursa Asia tampil dengan wajah beragam pada transaksi perdagangan Selasa (4/10). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.16 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% menjadi 140,74.

Sedangkan berdasarkan data CNBC, indeks ASX 200 Australia turun 0,4%. Sektor industri dasar menekan kinerja indeks dengan penurunan 0,96%. Demikian pula halnya dengan sektor finansial yang turun 0,33%.

Meski demikian, terdapat sejumlah saham yang berhasil melaju. Salah satunya pengembang game Aristocrat Leisure yang melompat 2,37% menjadi A$ 16,38. Ini merupakan level tertingginya dalam sembilan tahun terakhir.

Sedangkan indeks Nikkei Jepang naik 0,58%. Adapun indeks Kospi Korea Selatan naik 0,47%.

Bursa Asia berhasil mendaki menjelang rapat rutinan Reserve Bank of Australia (RBA). RBA akan mengumumkan kebijakan suku bunga pertamanya di bawah kepemimpinan Gubernur RBA yang baru, Philip Lowe.

“RBA diramal akan menahan suku bunga acuannya untuk dua bulan beruntun di level 1,5%,” jelas Shane Oliver, head of investment strategy and chief economist AMP Capital.

Selain itu, Reserve Bank of India (RBI) juga akan mengumumkan kebijakan suku bunga perdana di bawah kepemimpinan Gubernur baru Urjit Patel.

“Kami rasa Patel memiliki banyak peluru untuk menjaga kestabilan ekonomi India dan sepertinya dia akan mempertahankan kebijakan bunganya,” kata Alicia Garcia Herrero, Asia Pacific chief economist Natixis.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berseri mengawali perdagangan Oktober, Senin (3/10). Mengacu data RTI, indeks ditutup naik 1,85% atau 99,111 poin ke level 5.463,915.

Indeks mendekati level tertingginya sejak April 2015. Perdagangan hari ini melibatkan 7,10 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,15 triliun. Ada 203 saham bergerak naik, 104 saham bergerak turun, dan 77 saham stagnan.

Seluruh indeks sektoral menghijau, di mana sektor industri dasar mimpin 10 sektor lainnya 3,13%. Selanjutnya diikuti sektor pertambangan naik 2,81%, dan manufaktur naik 2,73%.

Masuk dana asing turut menopang laju IHSG. Di pasar reguler, net buy asing Rp 474,249 miliar dan Rp 492,389 miliar keseluruhan perdagangan.

Saham-saham yang masuk top gainers LQ45 antara lain; PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) naik 8,29% ke Rp 3.790, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik 7,88% ke Rp 1.300, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 6,10% ke Rp 3.130.

Sedangkan saham-saham yang top losers LQ45 antara lain; PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) turun 1,83% ke Rp 805, dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) turun 0,32% ke Rp 1.550.

Sumringahnya pasar turut terkena sentimen positif data domestik. Di mana tingkat laju inflasi September masih sesuai harapan. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laju inflasi September 2016 tercatat sebesar 0,22%.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut pola laju inflais masih sama dengan beberapa bulan terakhir, yaitu masih di level yang rendah. Dengan kondisi itu, maka ruang untuk pelonggaran moneter masih terbuka. (sumber: investing.com)

 

EQUITY WORLD FUTURES JAKARTA