Equityworld Futures – Harga minyak terus turun pada Selasa (11/04) petang seiring diperpanjangnya penutupan pipa bensin utama di Pantai Timur AS dari Colonial Pipeline mengurangi minat atas cairan hitam tersebut.

Harga minyak Brent kian turun 0,34% di $68,09 per barel menurut data Investing.com dan harga minyak WTI masih turun 0,35% di $64,69 per barel.

Serangan dunia maya selama minggu lalu memaksa Colonial Pipeline untuk menutup pipa jaringannya.

“Sangat mungkin kita akan melihat permintaan minyak mentah berkurang. Beberapa kilang di Texas telah mengurangi operasinya karena pipa tidak berfungsi,” urai kepala riset komoditas National Australia Bank Lachlan Shaw kepada Reuters.

“Hal itu jelas akan membebani harga minyak mentah, meskipun bagian-bagian dari pipa tersebut telah dimulai beroperasi kembali, dan Colonial mengharapkan pipa tersebut kembali ke kapasitasnya pada akhir pekan,” tambahnya.

Meskipun Colonial Pipeline mengatakan pada hari Senin bahwa mereka bertujuan untuk melanjutkan operasi penuh pada akhir pekan, beberapa produsen telah mengurangi produksinya.

Motiva Enterprises LLC menutup dua dari tiga unit minyak mentah di kilang Port Arthur sebanyak 607.000 bph, yang terbesar di AS. Total (PA:TOTF) pemangkasan produksi bensinnya pada hari Senin di kilang Port Arthur sendiri sebanyak 225.500 bph.

Patokan kontrak berjangka bensin AS, yang melonjak setelah penutupan, turun ke level sebelum pemadaman di tengah harapan Colonial Pipeline dapat memulai kembali operasi jaringan pipanya sesuai target. Kontrak tersebut turun 0,6% menjadi $2,1212 per galon pada hari Selasa.

Investor sekarang menunggu data pasokan minyak mentah AS dari American Petroleum Institute, yang akan dirilis pada sesi hari ini.

Sumber : Reuters, Investing