Equity world – Minyak mentah melayang rendah di sesi Asia, Kamis (25/8) dengan data bearish stok minyak AS menghidupkan kembali sentimen dalam keuntungan permintaan dan kehati-hatian terus berkembang apakah produsen top dunia dapat bertindak dalam aksi peredaman produksi.

Minyak mentah untuk pengiriman Oktober di Bursa Perdagangan New York turun tipis 0,04% ke $46,75 per barel.
Semalam, Badan Administrasi Informasi Energi AS mencatat dalam laporan mingguannya bahwa cadangan minyak mentah naik 2,5 juta barel dalam pekan yang berakhir 19 Agustus. Analis pasar harapkan penurunan stok minyak mentah sebesar 0,5 juta barel, sedangkan American Petroleum Institute Selasa malam melaporkan keuntungan pasokan 4,5 juta barel.

Persediaan di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman penting minyak mentah Nymex, meningkat 375.000 barel pekan lalu, kata EIA.

Total persediaan minyak minyak mentah AS mencapai 523.6 juta barel pada pekan lalu, yang EIA anggap sebagai “tingkat historis tertinggi sepanjang tahun ini”.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa persediaan bensin naik 36.000 barel, mengecewakan ekspektasi untuk penurunan 1,1 juta barel.

Untuk persediaan distilasi termasuk diesel, EIA melaporkan peningkatan sebesar 122.000 barel.

Sementara itu, di Bursa Perdagangan ICE London, minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun 75 sen, atau 1,5%, untuk diperdagangkan pada $49,21 per barel setelah naik 80 sen, atau 1,63%, di sesi sebelumnya.

Keuntungan minyak pada Selasa mengikuti laporan Reuters mengatakan bahwa Iran mengirimkan sinyal positif yang mungkin mendukung aksi bersama untuk menopang pasar minyak. Iran tidak bersedia untuk berpartisipasi di kesepakatan musim semi lalu dalam membekukan produksi.

OPEC mengadakan pertemuan informal untuk membahas lagi pembekuan produksi di akhir bulan depan. Selama dua minggu terakhir, harga minyak mentah melonjak hampir $10 per barel, atau hampir 25%, di tengah spekulasi produsen minyak utama, yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, mempertimbangkan kembali pembekuan produksi kolektif dalam upaya mendukung pasar.

Namun, analis telah memperingatkan bahwa kemungkinan pemasok, khususnya anggota OPEC, menyepakati kesepakatan yang terbatas.

Sebuah usaha bersama-sama mempertahankan tingkat produksi awal tahun ini gagal setelah Arab Saudi mundur atas penolakan Iran dalam mengambil bagian dari inisiatif, menggarisbawahi kesulitan persaingan politik dalam menggabungkan konsensus.

Sumber: investing.com

EQUITY WORLD FUTURES