Minyak mentah naik terkait proyeksi bahwa penurunan produksi minyak dari lading minyak AS akan kembali di tingkatkan.

Produksi minyak serpih AS turun sekitar 1 persen bulan ini dan penurunan akan mengumpulkan momentum bulan Juni, Menurut Badan Administrasi Informasi Energi, Senin. Melemahnya dolar didukung minat investor dalam komoditas.

Minyak telah rebound dari level terendah dalam enam tahun terakhir di bulan Maret lalu di tengah spekulasi bahwa produksi minyak AS dari shale akan memperlambat seiring perusahaan-perusahaan telah mengurangi eksplorasinya. Harga minyak bersiap untuk turun, dengan pemangkasan operasional rig pengeboran tidak cukup besar untuk menyebabkan terus-menerus menekan tingkat produksi, Goldman Sachs Group Inc analis termasuk Jeffrey Currie mengatakan dalam sebuah laporan pada Senin kemarin.

Minyak WTI untuk pengiriman Juni naik 30 sen, atau sebesar 0,5 persen, ke level $59,55 per barel pukul 09:22 pag di New York Mercantile Exchange. Total volume perdagangan mencapai 13 persen di bawah moving average 100-hari untuk hari ini. Harga minyak telah meningkat sebesar 12 persen tahun ini.

Minyak Brent untuk pengiriman Juni naik 47 sen, atau sebesar 0,7 persen, ke level $65,38 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Volume perdagangan naik 14 persen dari moving average 100 hari. Minyak mentah acuan Eropa ditransaksikan lebih tinggi $5,82 dibanding minyak WTI.