EquityWorld: Harga minyak naik pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) akibat turunnya stok bensin di Amerika Serikat (AS) ke level terendah dalam dua tahun.

Hal ini mendorong harga bensin berjangka  naik 3 persen dan meningkatkan harga minyak mentah berjangka yang sebelumnya telah jatuh lebih dari 25 persen sejak Juni.

Dilansir dari Reuters, Jumat (17/10/2014), harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik US$ 1,7 menjadi US$ 85,82 per barel, setelah tergelincir ke level terendah empat tahun pada US$ 82,93.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik US$ 69 sen menjadi US$ 84,47 per barel. Sedangkan harga minyak mentah AS untuk pengiriman November naik US$ 92 sen menjadi US$ 82,7 per barel.

Harga minyak telah turun drastis sejak Juni merespons tingginya pasokan minyak global yang melebihi permintaan yang justru melemah. Arab Saudi dan anggota OPEC lainnya juga telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka tidak siap untuk memangkas produksi minyak.

Harga bensin di New York naik lebih dari 3 persen setelah data mingguan dari Administrasi Informasi Energi AS menunjukkan stok bensin turun 3,99 juta barel dari pekan sebelumnya mencapai 205,6 juta barel, level terendah sejak November 2012.

Stok bensin berkurang akibat pemeliharaan kilang dan peralihan dari musim panas ke musim dingin. Data EIA juga menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 8,9 juta barel, jauh lebih tinggi dari ekspektasi analis untuk membangun 2,8 juta barel.