Equityworld Futures – Harga minyak naik pada Kamis (04/02) pagi setelah Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan mitranya, atau OPEC+, berjanji untuk melanjutkan kebijakan pengurangan produksi pada pertemuan hari Rabu. AS juga melaporkan penurunan pasokan minyak mentah.

Harga minyak Brent naik 0,17% ke $58,79 per barel menurut data Investing.com pukul 11.42 WIB dan harga minyak WTI naik 0,70% ke $56,08 per barel.

“Harga minyak mentah telah naik lebih tinggi sekarang karena OPEC+ telah meyakinkan pasar energi bahwa mereka bertekad untuk mempercepat penyeimbangan kembali pasar tanpa penundaan,” kata analis pasar senior OANDA Edward Moya kepada Reuters.

OPEC+ memperpanjang kebijakan produksi minyaknya yang ada saat ini selama pertemuan Komite Pemantau Bersama Kementerian pada hari Rabu. Keputusan kelompok tersebut menunjukkan bahwa upaya untuk mengurangi pasokan akan terus berlanjut bahkan ketika pandemi COVID-19 masih ada dan prospek permintaan bahan bakar tetap tidak pasti. Ini juga memberikan indikasi bahwa OPEC+ mulai melepaskan pengurangan produksi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diterapkan pada tahun 2020, yang membantu minyak naik dari rekor terendah.

Yang juga memberi dorongan pada cairan hitam itu adalah data Rabu dari Badan Informasi Energi (EIA) AS yang menunjukkan penurunan 994.000 juta barel. Perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com telah memperkirakan kenaikan 446.000 barel, dan penurunan sebanyak 9,190 juta barel tercatat selama minggu sebelumnya. Stok minyak mentah di AS sekarang berada di level terendah sejak Maret.

Data hari Selasa dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan penurunan 4,261 juta barel untuk pekan terakhir 29 Januari.

Kemajuan lanjutan dari peluncuran vaksin COVID-19 secara global juga merupakan pendorong penting harga minyak, kata Moya dari OANDA.

“Dunia sekarang memiliki beberapa vaksin efektif yang seharusnya benar-benar memaksa trader energi untuk meningkatkan pengembaliannya ke prakiraan perilaku sebelum pandemi,” tambahnya.

Sumber : Investing, Reuters
PT Equityworld Futures