Equityworld – Harga emas naik pada Selasa (16/11) pagi di Asia, setelah mencapai level puncak lima bulan selama sesi sebelumnya. Kekhawatiran terus-menerus terhadap inflasi terus memberi logam kuning dorongan bahkan ketika dolar AS juga menguat.

Harga emas berjangka naik tipis 0,12% di $1.868,75/oz pukul 11.18 WIB menurut data Investing.com di tengah kekhawatiran atas kenaikan inflasi menambah daya tarik safe haven emas. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, naik tipis 0,02% ke 95,427 dan tetap mendekati level tertinggi 16 bulan.

Investor sekarang menunggu data penjualan ritel AS, yang akan dirilis hari ini, untuk mengukur langkah Federal Reserve AS selanjutnya terkait kenaikan suku bunga.

Presiden Federal Reserve Richmond Thomas Barkin mengatakan pada hari Senin bahwa Fed AS akan menaikkan suku bunga jika inflasi tinggi terus berlanjut, tetapi menambahkan bahwa Fed harus menunggu untuk melihat apakah inflasi dan situasi kekurangan tenaga kerja akan lebih bertahan lama.

Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan ia “sangat tidak nyaman” terhadap inflasi yang tinggi dan ia memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada awal November ketika bank sentral mengumumkan keputusan kebijakan.

Presiden European Central Bank Christine Lagarde mengatakan pada hari Senin bahwa pengetatan kebijakan moneter sekarang untuk mengendalikan inflasi dapat menghambat pemulihan zona euro, mendorong kembali perlunya kebijakan yang lebih ketat.

“Jika kita mengambil tindakan pengetatan sekarang, hal itu bisa menyebabkan jauh lebih banyak kerugian daripada manfaatnya,” katanya.

Di Asia Pasifik, Reserve Bank of Australia merilis risalah dari pertemuan November sebelumnya.

Di logam mulia lainnya, perak naik 0,45% ke 25,218, platinum naik tipis 0,10% di 1.096,60 dan paladium turun 0,26% ke 2.146,50 pukul 11.23 WIB.

Sumber : Reuters, Investing
Equityworld Futures