Equityworld Futures – Harga emas terus turun pada Kamis (25/02) petang seiring kenaikan imbal hasil obligasi AS dan komitmen Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell terhadap kebijakan moneter ultra-longgar yang diberlakukan saat ini semua mengurangi daya tarik atas logam kuning.

Harga emas berjangka lanjut turun 0,19% ke $1.794,40 per troy ons pukul 13.25 WIB dan XAU/USD turun 0,495 ke $1.796,01 menurut data Investing.com. Indeks dolar AS juga melemah 0,20% di 89,987.

Powell kembali berkomitmen untuk mengembalikan ekonomi AS menuju pekerjaan penuh selama kesaksiannya di depan Komite Layanan Keuangan DPR AS. Ia juga mencoba menenangkan ketakutan yang berkembang tentang inflasi, dengan mengatakan bahwa ia hanya akan mulai mengkhawatirkan hal tersebut jika harga mulai naik terus-menerus dan mengganggu.

Tolok ukur imbal hasil obligasi AS terus naik 1,01% ke 1,403 sampai pukul 13.18 WIB.

Meskipun Powell adalah gubernur bank sentral terbaru yang menegaskan kembali bahwa institusinya tidak memiliki rencana untuk mengurangi kebijakan pencetakan uang atau menaikkan suku bunga dalam jangka pendek, investor akan mengambil sedikit keyakinan.

Namun, investor terhibur oleh vaksin COVID-19 ketiga yang mulai mendekati persetujuan aturan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) AS mengatakan pada hari Rabu bahwa suntikan satu dosis vaksin COVID-19 Johnson & Johnson (NYSE:JNJ) tampaknya aman dan efektif dalam uji klinis dan kemungkinan bisa memberikan persetujuan penggunaan darurat pada akhir pekan.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp4.000 dari Rp938.000 pada Rabu menjadi Rp934.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.22 WIB.

Sumber : Investing, Reuters
PT Equityworld Futures