Equityworld futures – Harga emas pulih di perdagangan Asia semalam, naik sekitar satu persen ke level $ 1.224 per ounce sebelum dimulainya sesi perdagangan Eropa pagi ini.

Namun, pada laporan Reuters, logam kuning ini sebelumnya menyentuh level terendah dalam lima bulan di level $ 1.212 per ounce, setelah tiga persen penurunan pada hari Jumat, yang merupakan penurunan hari ketiga beruntun pasca kemenangan Donald Trump dalam pilpres AS pada hari Selasa.

Emas kembali berada di bawah harga penutupan pada akhir pekan lalu tak lama setelah pukul 09:30 hari ini, menyentuh level $ 1.222. Rabu lalu, emas dengan singkat menguat ke level $ 1.337 sebelum memulai penurunan berkelanjutannya.

Para analis mengatakan harga sedang terpukul setelah Trump menjanjikan pengeluaran sebesar $ 1trn (£ 800bn) untuk infrastruktur, yang akan berdampak pada inflasi dan menambah tekanan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga. Dikarenakan kenaikan suku bunga cenderung memberikan pukulan bagi aset non yield seperti emas dibandingkan dengan aset yang menghasilkan yield, maka hal itu mengurangi sentiment investor.

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember di tengah data ekonomi yang kuat dan krisis pasar yang diprediksi sebelumnya ‘menyusul kemenangan Trump tidak terjadi.

“Orang-orang tampaknya telah menghiraukan ˜risiko Trump™ mereka dan sekarang berbicara tentang ‘Trumpflation’,” Jeffrey Halley, analis pasar senior di Oanda, mengatakan. “Itu akan mendorong tingkat suku bunga pinjaman dan yield di Amerika.”

Dia menambahkan: “Kenaikan suku bunga pada bulan Desember menjadi kesepakatan yang mutlak dilakukan sekarang.”

Wang Tao, analis teknis di Reuters, mengatakan emas sekarang dapat menemukan dukungan di zona $ 1,204- $ 1,210, tapi belum bisa merosot lebih lanjut setelah lompatan singkat seiring investor terus bersikap tenang pada taruhan kenaikan harga.

Michael Boutros dari DailyFX setuju dan memperingatkan bahwa jika harga jatuh ke bawah level $ 1.205 per ounce maka harga bisa meluncur ke arah $ 1.171. Namun dia mengatakan investor harus memperhatikan resistensi yang mengarah kepada “kontra-ofensif yang lebih berarti”