EquityWorld Futures: Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, secara umum kebijakan moneter yang akan ditempuh bank sentral masih relatif ketat. Hal ini tidak terlepas dari kondisi makroekonomi yang cenderung melemah akibat defisit neraca perdagangan dan inflasi.

Pernyataan tersebut seperti dikatakan Agus Marto saat ditemui di Gedung DPR Jakarta, Rabu (11/6) malam. “Saya belum bisa bicara tentang suku bunga (BI Rate). Besok (hari ini) kami akan melakukan Rapat Dewan Gubernur BI bulanan. Tetapi, secara umum moneter sekarang ini yang bias ketat,” ujarnya.

Menurut Agus Marto, saat ini neraca transaksi berjalan berada dalam situasi tertekan akibat defisit neraca perdagangan April 2014 yang mencapai US$1,96 miliar. Sedangkan, inflasi tahunan pada Mei kembali meningkat menjadi 7,32 persen (yoy) dari sebelumnya yang sebesar 7,21 persen.

Agus Marto berharap, pemerintah bisa berupaya lebih keras untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. “Ekspornya dijaga baik dan impornya bisa dikendalikan. Kalau soal ekspor, tantangannya saat ini adalah harga komoditi sedang tertekan, khususnya batu bara dan palm oil. Mineral sampai Juni masih belum ada kegiatan ekspor,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, hari ini BI akan menggelar rapat bulanan yang salah satu keputusannya adalah menetapkan besaran BI Rate yang saat ini berada di level 7,5 persen.

Sumber berita: www.plasadana.com