Equityworld Futures – Euro naik ke level tertinggi empat bulan terhadap dolar pada Rabu ini di tengah harapan para pemimpin Uni Eropa dapat menyetujui stimulus serta kebijakan fiskal guna melindungi perekonomian dari pandemi.

Dolar berada di posisi defensif, terutama terhadap mata uang lain yang dipengaruhi oleh pertumbuhan seperti dolar Australia, yang mengikuti kenaikan inflasi AS serta berita kemajuan dalam pengembangan vaksin.

Euro naik ke level $1,1423, level tertinggi sejak 10 Maret dan tidak jauh dari puncaknya sepanjang tahun ini di $1,1495.

Terhadap yen, mata uang umum ini menyentuh tertinggi satu bulan di 122,47 sementara itu menguat tertinggi dua pekan terhadap pound Inggris pada level 91,125 pence.

Kekuatan euro membantu mendorong indeks dolar ke 96,056, level terendah satu bulan.

Dolar melanjutkan kerugian pada Selasa setelah harga konsumen AS rebound 0,6% bulan ke bulan, yang terbesar dalam hampir delapan tahun terakhir, pada bulan Juni, meredam kekhawatiran mengenai tekanan deflasi dari penurunan ekonomi.

Terkait hal tersebut, dolar Australia yang sensitif terhadap risiko naik 0,2% menjadi $ 0,6985.

Namun, Sterling berkinerja buruk setelah data menunjukkan ekonomi Inggris pulih lebih lambat dari perkiraan.

Pound terakhir diperdagangkan pada level $ 1,2571.

Yen sedikit bergerak pada 107,27 yen per dolar, turun dari tertinggi dua pekan di 106,635 jelang pengumuman kebijakan Bank of Japan yang diharapkan besok.