Emas berada di jalur untuk penurunan bulanan terbesar sejak Juni 2013 lalu pasca Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan membaiknya perekonomian AS akan segera menaikan suku bunga “dalam beberapa bulan mendatang,” mendorong dolar ke level tertingginya sejak Maret lalu.

Bullion untuk pengiriman segera turun sebanyak 1 persen ke level $1,200.03 per ons, yang terendah sejak 17 Februari lalu, sebelum diperdagangkan pada level $1,203.22 pukul 11:51 di Singapura, menurut harga generik Bloomberg. Harga emas terkoreksi untuk hari kesembilan, penurunan terburuk dalam lebih dari satu tahun terakhir, dan telah telah anjlok sebesar 7 persen di sepanjang bulan Mei ini.

Yellen membenarkan komentar sejumlah pejabatnya pekan lalu dalam komentarnya pada hari Jumat, bukti dari kekuatan ekonomi AS mendorong pengetatan kebijakan moneter sekarang bisa dipertimbangkan. Spekulasi kenaikan suku bunga pada bulan Juni mendatang tetap sebesar 30 persen dan bahkan peluang untuk peningkatan suku bunga pada bulan Juli mendatang, dengan data “ data yang menunjukkan pertumbuhan AS meningkat lbih cepat dari yang sebelumnya diperkirakan pada kuartal pertama. Indeks dolar tempat naik 0,2 persen pada hari Senin.

Harga emas telah jatuh dari level tertingginya dalam lebih dari satu tahun terakhir pada tanggal 2 Mei lalu seiring sejumlah suara yang berkembang dari pejabat The Fed yang mengatakan kenaikan suku bunga mungkin akan dilakukan pada bulan Juli mendatang. Penurunan ini telah memangkas penguatan bullion ini pada tahun 2016 ini menjadi 13 persen dari lebih dari 20 persen pada awal bulan lalu. Sementara itu, silver tetap mencatat kenaikan sebesar 15 persen tahun ini meskipun turun ke level terendahnya sejak pertengahan April lalu.

Hedge fund tengah mengambil nafas dari emas jelang komentar Yellen, pada hari Jumat. Posisi net-long di futures dan harga opsi jatuh sebesar 26 persen menjadi 169.491 kontrak pada pekan yang berakhir 24 Mei, menurut data AS Commodity Futures Trading Commission merilis tiga hari kemudian. Emas untuk pengiriman segera anjlok sebesar 3,2 persen pekan lalu, penurunan terburuk sejak November.

biaya pinjaman yang lebih tinggi meredam daya tarik aset tanpa bunga seperti bullion dan melambungkan dolar, membuat komoditas lebih mahal dalam mata uang lainnya.