Equityworld futures – Emas diperdagangkan mendekati level terendah dalam 10-bulan jelang keputusan suku bunga dari Federal Reserve, dengan investor mengharapkan pembuat kebijakan yang dipimpin oleh Ketua Janet Yellen untuk memberikan kenaikan suku bunga pertama bank sentral tahun ini seiring ekuitas AS melompat ke rekor.

Bullion untuk pengiriman segera berada di level $ 1,160.89 per ounce pada pukul 9:43 pagi waktu Singapura dari level $ 1,158.54 pada hari Selasa, di saat harga jatuh untuk ketiga kalinya dalam empat hari, menurut harga publik Bloomberg. Logam merosot ke level $ 1,151.44 pada hari Senin, yang merupakan leve; terendah sejak Februari, seiring kepemilikan fund menyusut.

Emas babak belur pada kuartal terakhir tahun ini, dan merupakan komoditas dengan kinerja terburuk setelah gula, seiring Fed bersiap untuk melakukan pengetatan kebijakan dan di tengah berkembangnya optimisme bahwa presiden Donald Trump akan memacu pertumbuhan. S & P 500 Index dan Dow Jones Industrial Average berada di level tertinggi sepanjang waktu sehingga memberikan alternatif pada non-interest bearing bullion.

Meskipun kenaikan suku bunga mungkin memukul bullion pada awalnya, emas masih tampil baik jika suku bunga riil tetap rendah. Siklus kenaikan suku bunga Fed sebelumnya berlangsung dari Juni 2004 hingga Juni 2006, di saat naik 25 basis poin untuk 17 kali beruntun. Emas naik tiga tahun. Hal ini juga melonjak pada semester pertama 2016 pasca dari kenaikan suku bunga perdana dalam satu dekade terakhir tahun lalu.

Holdings di exchange-traded funds berkontraksi untuk hari ke-23 beruntun pada hari Selasa, yang merupakan rentetan terpanjang sejak Mei 2013. Aset turun 1,1 metrik ton menjadi 1,830.6 ton, yang terendah sejak Juni, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan.