Equity World – Emas menahan gainnya karena imbal hasil obligasi turun menjelang rilis laporan pada Rabu (13/10) yang diperkirakan menunjukkan inflasi AS tetap tinggi.

Pedagang sedang menunggu data indeks harga konsumen untuk menilai tekanan inflasi dari kenaikan harga energi dan mengukur prospek kebijakan moneter. Presiden Federal Reserve Bank of Atlanta Raphael Bostic mengatakan Selasa bahwa lonjakan inflasi tahun ini berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan para otoritas.

Bullion telah berjuang untuk mendapatkan arah akhir-akhir ini karena investor menimbang tekanan harga, mundurnya stimulus era pandemi serta risiko terhadap pertumbuhan ekonomi. Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan keprihatinan pemulihan ekonomi global telah kehilangan momentum dan menjadi semakin terpecah, walaupun sudah diprediksi akan mengalami rebound yang kuat dari resesi Covid-19.

Harga emas di pasar spot stabil di $1.760,80 per ons pada pukul 8:21 pagi di Singapura, setelah naik 0,3% pada hari Selasa. Indeks Spot Dolar Bloomberg sedikit berubah. Perak datar, platinum turun, sementara paladium stabil.(yds)

Sumber: Bloomberg, Ewfpro
Equityworld Futures