Equityworld Futures : Emas diperdagangkan di bawah level tertinggi dalam seminggu di tengah ekspektasi bahwa suku bunga AS akan mengalami kenaikan, dengan aset yang diperdagangkan di ETP berbasis logam mencatatkan kemerosotan terpanjang dalam setahun.

Emas untuk pengiriman segera naik dan turun setidaknya 0,2%, dan berada di level $ 1,163.49 per ons pada pukul 12:08 siang waktu Singapura dari level $ 1,164.33 kemarin, saat harga naik 1,1%, menurut Bloomberg generic pricing. Pada tanggal 7 November, logam turun ke titik terendah empat tahun sebelum reli ke level $ 1,178.82 setelah data pekerjaan AS yang membuntuti perkiraan menekan dolar.

Emas menuju penurunan back-to-back tahunan untuk pertama sejak tahun 2000 setelah berakhirnya program pembelian aset Federal Reserve dan penurunan harga minyak mengurangi permintaan untuk logam sebagai lindung nilai inflasi. Kepemilikan di SPDR Gold Trust turun untuk hari keenam ke enam tahun terendah kemarin dari kemerosotan terpanjang sejak November 2013. Bullion diprediksi anjlok ke level $ 1.120 pada akhir tahun terkait penguatan dolar, menurut Philip Klapwijk, managing director dari Precious Metal Insight.

Minyak mentah Brent terkoreksi ke posisi terendah empat tahun di London kemarin di tengah melimpahnya pasokan global. Indeks Bloomberg Dollar, yang mengukur mata uang terhadap 10 mitra, diperdagangkan mendekati level tertinggi lima tahun yang dicapai pada pekan lalu.

Emas untuk pengiriman Desember diperdagangkan di level $ 1,162.70 per ons di bursa Comex New York dari level $ 1,163 kemarin, setelah harga teraktif naik pada 7 November menjadi $ 1.179, tertinggi sejak 31 Oktober.

Perak untuk pengiriman segera turun 0,3% menjadi $ 15,6794 per ounce. Spot platinum berada di level $ 1,201.38 per ons dari $ 1,202.63. Palladium sedikit berubah di $ 772,25 per ons.(frk)

Sumber : Bloomberg