Emas berjangka turun ke level 2 pekan terendah seiring penguatan mata uang dolar di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga AS pada tahun ini.

Dolar AS naik ke level sebulan tertinggi terhadap 10 mata uang utama, dapat mengurangi permintaan terhadap emas sebagai investasi alternatif. Mempercepat pertumbuhan inflasi dan lapangan pekerjaan berarti “dalam waktu dekat” untuk menaikkan suku bunga, menurut Presiden The Fed Bank of Cleveland Loretta Mester, pada hari Senin.

Emas berayun antara keuntungan dan kerugian lebih dari 10 kali dalam setahun terakhir hingga tahun 2015, terkait para pedagang mencoba untuk mengukur ketika pembuat kebijakan cenderung untuk menaikkan suku bunga. Suku bunga yang lebih tinggi mendorong investor untuk mendukung aset pembayaran bunga, termasuk obligasi baru, membatasi daya tarik emas, yang umumnya menawarkan pengembalian hanya melalui kenaikan harga.

Emas berjangka untuk pengiriman bulan Agustus turun 1,4 % untuk menetap di level $ 1,187.80 per ons pada pukul 1:46 siang di Comex New York. Sedangkan Logam menyentuh level $ 1,185.60, yang merupakan level terendahnya untuk kontrak teraktif sejak 12 Mei lalu. Perdagangan pada semua kontrak bulanan sebanyak dua kali lipat dibandingkan dengan rata-rata 100 hari, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Harga emas turun 1,7 % sepanjang pekan lalu. Inflasi naik pada bulan April melebihi perkiraan, menurut data dari pemerintah Jumat kemarin, dan Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan pada hari yang sama akan menaikkan suku bunga pada tahun ini jika pertumbuhan ekonomi membaik