Emas melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua tahun menyusul prospek suku bunga rendah AS dan kekhawatiran bahwa Inggris akan meninggalkan Uni Eropa mendorong permintaan safe haven. Logam dasar turun di tengah kekhawatiran ekonomi global kehilangan tenaga.

Bullion menguat untuk hari ketujuh setelah Federal Reserve menahan proyeksi untuk kenaikan suku bunga selama dua tahun ke depan. Ketua Fed Janet Yellen mengatakan Rabu kemarin bahwa referendum Brexit Inggris 23 Juni nanti salah satu faktor mengapa fed mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan pemilih di Inggris lebih menyukai Inggris meninggalkan Uni Eropa, investor beralih dari ekuitas menuju logam mulia. Kepemilikan emas di exchange-traded funds berada di tingkat tertinggi sejak Oktober 2013 dan exchange-traded funds yang didukung perak berada di tingkat rerkor tertinggi rekor. Harga kedua logam telah melonjak lebih dari 20 persen tahun ini.

Emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik 0,8 persen untuk menetap di level $ 1,298.40 per ounce pada pukul 1:38 siang waktu New York di Comex, setelah level menyentuh tertinggi sejak Agustus 2014. Logam mulia menuju gain beruntun untuk hari ketujuh, yang terpanjang sejak Maret 2015 .

Untuk denominasi euro, logam melonjak ke levek 1,181.80 euro per ounce, yang tecatat sebagai level tertinggi sejak April 2013, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Dalam mata uang pound, logam kuning ini menyentuh level tertinggi sejak Mei 2013.