Emas menurun untuk ke-4 kalinya dalam 5 hari terakhir setelah dolar terapresiasi terkait adanya spekulasi bahwa membaiknya perekonomian Negeri Paman Sam akan mendorong Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga. Sementara itu, perak dan platinum juga anjlok.

Indeks Spot Dolar Bloomberg naik ke level 3 pekan tertingginya menjelang data ekonomi yang akan dirilis besok dengan diperkirakan akan menunjukkan penjualan ritel mengalami peningkatan tajam dalam setahun terakhir, sehingga gal tersebut mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga pinjaman. Naiknya suku bunga menggerus daya tarik emas karena logam mulia secara umum hanya memberikan return melalui kenaikan harga.

Bullion untuk pengiriman bulan Juni turun sebesar 0.5% ke level $1,198.50 per ounce pukul 7:43 pagi ini waktu New York. Sementara emas untuk pengiriman segera anjlok sebesar 0.6% ke level $1,199.94 di London, hal itu menurut harga dari Bloomberg.

Para petinggi TheFed terpecah saat pertemuan bulan lalu terkait waktu untuk menaikkan suku bunga. Jeffrey Lacker selaku Presiden The Fed daerah Richmond berpendapat kenaikan suku bunga pada Juni mendatang, sementara Narayana Kocherlakota selaku Presiden The Fed daerah Minneapolis menegaskan kembali bahwa akan ada œkesalahan untuk menaikkan suku bunga di tahun ini.

Sementara itu perak berjangka untuk pengiriman bulan Mei anjlok sebesar 0.7% ke level $16.275 per ounce di New York. Sedangkan Platinum untuk pengiriman bulan Juli turun 1.1% ke level $1,157.70 per ounce, sementara palladium untuk pengiriman bulan Juni naik 0.5% ke level $779.75 per ounce.