Emas ditransaksikan mendekati level terendahnya sejak Desember lalu jelang pertemuan kebijakan the Fed yang akan diadakan pekan depan guna mendiskusikan kenaikan suku bunga.

Harga emas menuju penurunan pekan kedua akibat penguatan dolar AS ke level 12 tahun tertingginya terhadap euro, memangkas daya tarik logam sebagai alternative aset. Spot gold turun 4.9 persen dalam Sembilan sesi terakhir, penurunan terpanjang sejak Januari 1998 lalu.

Investor telah menjual logam di tengah kekhawatiran bahwa the Fed semakin dekat untuk menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak tahun 2006, meredam daya tarik emas karena logam umumnya menawarkan keuntungan hanya melalui kenaikan harga. Para pembuat kebijakan the Fed akan bertemu pada 17-18 Maret mendatang.

Emas untuk pengiriman segera naik sebesar 0,2 persen ke level $1,155.65 per ons pukul 03:48 sore waktu New York, menurut harga generik Bloomberg. Harga emas menyentuh level $1,147.72 pada 11 Maret lalu, terendah sejak 1 Desember.

Pada hari Kamis, kepemilikan emas ETF turun untuk sesi ke-12, menjadikan kemerosotan terpanjang sejak Januari 2014 lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Emas berjangka untuk pengiriman April naik kurang dari 0,1 persen untuk menetap di level $1,152.40 di Comex di New York.