Equityworld Futures – Dolar Amerika Serikat sedikit melemah pada Kamis (20/05) pagi di Asia usai notulen rapat Federal Reserve AS mengungkapkan para pengambil kebijakan menyarankan perlambatan pembelian obligasi karena adanya tanda percepatan inflasi.

Indeks dolar AS melemah tipis 0,06% ke 90,140 pukul 11.12 WIB menurut data Investing.com.

Pasangan USD/JPY turun tipis 0,07% di 109,13 setelah data perdagangan April yang dirilis sebelumnya melebihi ekspektasi. Ekspor tumbuh sebesar 38,0% tahun ke tahun, impor meningkat 12,8% tahun ke tahun dan neraca perdagangan tercatat senilai 225,3 miliar.

Sedangkan, rupiah terus melemah 0,88% di 14.400,0 per dolar AS hingga pukul 11.09 WIB.

Pasangan AUD/USD naik tipis 0,16% di 0,7738 pukul 11.14 WIB. Data ketenagakerjaan April yang dirilis sebelumnya menunjukkan perubahan pekerjaan turun sebesar 30.600 di bulan April sementara tingkat pengangguran turun menjadi 5,5%. Di seberang Laut Tasman, pasangan NZD/USD naik tipis 0,08% di 0,7173.

Pasangan USD/CNY menguat tipis 0,07% di 6,4386 setelah Bank Rakyat China merilis suku bunga pinjaman utama sebelumnya.

Pasangan GBP/USD naik tipis 0,01% ke 1,4115 pukul 11.16 WIB.

Dalam risalah pertemuan terakhir Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang dirilis pada hari Rabu setempat, beberapa pengambil kebijakan menyarankan mulai mengurangi pembelian aset “di beberapa titik” jika AS melanjutkan pemulihan ekonominya.

Investor terkejut saat Ketua Fed Jerome Powell dan pejabat Fed lainnya telah menegaskan kembali bahwa Fed akan tetap melanjutkan kebijakan dovish saat ini karena setiap kenaikan inflasi hanya bersifat sementara.

“Risalah berisi kata-kata yang tampaknya berusaha untuk memulai diskusi tentang tapering pada waktu yang lebih awal dari yang diharapkan … jika data pekerjaan berikutnya yang diumumkan pada 3 Juni kuat, pasar akan mulai bersiap untuk Fed membuat penyebutan spesifik tentang tapering pada pertemuan berikutnya di bulan Juni,” Takafumi Yamawaki, kepala riset pendapatan tetap di JPMorgan, mengatakan kepada Reuters.

Investor lain setuju dengan Yamawaki.

“Perlu dicatat bahwa risalah FOMC mendahului data CPI dan gaji / pendapatan terbaru, jadi ketakutan minoritas di FOMC kemungkinan besar menjadi sedikit lebih akut sejak pertemuan April,” Tapas Strickland, direktur ekonomi dan pasar RBA, juga menjelaskan kepada Reuters.

Kabar cryptocurrency, bitcoin masih melemah 2,24% ke $39.637,5 pukul 11.20 WIB pasca China melarang lembaga keuangan dan perusahaan pembayaran untuk menyediakan layanan yang terkait dengan transaksi kripto. Sementara itu, Ether jatuh lebih dari 16% ke level $2.573,53.

Sumber : Investing, Reuters
Equityworld Futures