Equityworld futures – Harga emas telah berada dalam mode defensive meski dolar AS yang lemah, hal yang cukup aneh mengingat komoditas lainnya mendapatkan keuntungan dari gerakan induksi mata uang tersebut. Secara keseluruhan, pernyataan hawkish dari beberapa bank sentral negara maju dan meningkatnya obligasi sovereign tampaknya menjadi poin penting bagi para gold bugs.

Pasca rangkaian dari kenaikan suku bunga Fed, Presiden ECB Mario Draghi mengisyaratkan kemungkinan untuk mengurangi program pembelian obilgasinya, dengan gubernur BOE mengatakan bahwa kenaikan suku bunga diperlukan meski belum diketahui kapan. Sementara itu, Bank of Canada telah memulai langkah normalisasi kebijakan, memutuskan menaikkan suku bunga untuk kali pertama dalam tujuh tahun.

Sebaliknya, BOJ masih tetap dovish, mengindikasikan bahwa belum saatnya atau perlu untuk menaikkan suku bunga saat-saat ini, seiring ekonomi masih bertahan pada stimulus moneter. Dengan inflasi yang berada nyaman di bawah 2 percent, program pembelian obligasi BOJ juga perlu dipertahankan.

Para spekulan, funds dan non-komersial telah memangkas posisi net long mereka di Comex gold dalam beberapa pekan terakhir.

Pada prospek jangka pendek, ini merupakan tugas berat untuk mengukur bagaimana logam kuning akan merespon untuk mengimbangi tekanan dari meningkatnya obligasi sovereign, menguatnya ekuitas global di tengah pelemahan dolar AS dan memburuknya ketidakpastian politik dan legislative di AS.

Bagi kami, tampaknya harga emas akan melayang dalam mode yang kurang signifikan selama beberapa bulan ke depan mengingat lanskap yang umum. Meskipun valuasi ekuitas terlihat positif, kelebihan likuiditas di seluruh dunia akan mencegah koreksi signifikan atau jangka panjang.

Meski demikian, ketidakpastian akan implementasi agenda legislatif AS akan memberikan unsur pendukung untuk logam kuning dalam jangka panjang.

Ada ketidakpastian mengenai agenda legislatif mengingat kesulitan dalam menyampaikan RUU kesehatan baru melalui Senat AS.

Masih belum jelas apakah Partai Republik akan mampu mengumpulkan mayoritas yang dibutuhkan untuk menavigasi RUU melawan pihak oposisi yang masih kukuh, di mana beberapa anggota Senat tidak menyetujui langkah-langkah baru tersebut ataupun tidak mendukung sama sekali tentang pemungutan suara untuk mencabut Affordable Care Act.

Pertanyaan penting yang dipertanyakan yakni kapan pemerintahan Trump mulai mengerjakan agenda legislatif penting lainnya (banyak ditunggu oleh pasar) seperti reformasi pajak dan belanja infrastruktur. Ada risiko bahwa seluruh perdagangan reflasi (pasca kemenangan Trump) bisa menjadi pukulan keras, yang secara efektif akan menambah daya tarik safe haven untuk emas.

Selain itu, perkembangan geopolitik yang berkaitan dengan Korea Utara bisa menjadi ˜wildcard™ untuk emas. Pyongyang baru-baru ini menguji rudal balistik antar benua, yang mempunyai potensi bisa menghantam pantai Amerika.

Hal ini telah mendorong AS untuk meminta tindakan global terpadu melawan Korea Utara. Upaya terakhir oleh Presiden AS Trump untuk mencegah Korea Utara dari program proliferasi nuklir telah gagal, yang mana dapat mengintensifkan retribusi sanksi dan tindakan hukuman lainnya terhadap negara yang terisolasi tersebut.

AS dan Korea Selatan telah membalas dengan meluncurkan rudal, namun kami merasa bahwa Pyongyang tetap tidak peduli dengan ancaman tersebut dan situasinya akan tetap tegang untuk beberapa waktu ke depan.

Ini juga mengembangkan persamaan kekuatan di wilayah tersebut mengingat bahwa China tetap merupakan sekutu Korea Utara, sementara Korea Selatan dan Jepang cenderung menuju Amerika Serikat.

Di sisi harga, kita melihat perdagangan emas di kisaran USD 1.185-1.300 / oz selama 2-3 bulan ke depan. Sepanjang hal-hal yang disebutkan sebelumnya masih dikhawatirkan, kita melihat harga emas bergerak menuju USD 1.450 / oz pada paruh pertama tahun depan (Juni 2018).