Equityworld – Raksasa pembuat mobil listrik Elon Musk, Tesla Inc. kehilangan nilai sekitar USD199 miliar (Rp2.833 triliun) selama aksi jual berturut-turut terbesar sejak September 2020 di tengah sejumlah berita negatif.

Berita utama yang merugikan mencapai puncaknya setelah Elon Musk meminta pengikutnya di Twitter untuk memilih apakah ia harus menjual 10% sahamnya di perusahaan kendaraan listrik tersebut.Kemudian, saudaranya Kimbal ikut menjual beberapa saham tepat sebelum jajak pendapat. Menurutnya, jajak pendapat penjualan saham Musk memberi investor alasan untuk mundur sedikit.

Sebagian besar keuntungan itu datang setelah perusahaan melaporkan hasil dan jumlah pengiriman yang kuat untuk kuartal ketiga, secara signifikan mengalahkan ekspektasi pasar. Terlebih ketika perusahaan penyewaan mobil Hertz Global Holdings Inc. membuat pesanan besar mobil Tesla untuk armadanya.Matthew Maley, kepala strategi pasar di Miller Tabak + Co., mengatakan aksi jual saham Tesla adalah bagian dari kemunduran yang normal dan sehat. Dia menyebutnya sebagai reaksi terhadap kondisi yang sangat overbought.

Sumber : Investing
Equityworld Futures