Equity World – Dolar AS menguat tipis pada Kamis (09/09) petang, ditopang oleh kekhawatiran mengenai kekuatan pemulihan global, sementara euro sebagian besar tidak banyak berubah menjelang pertemuan penting European Central Bank (ECB).

Pada pukul 14.33 WIB, indeks dolar AS sedikit menguat 0,01% ke 92,655 menurut data Investing.com.

USD/JPY turun tipis 0,24% di 109,96, EUR/USD hanya naik 0,08% di 1,1823, GBP/USD menguat 0,105 ke 1,3782, sementara AUD/USD naik tipis 0,09% ke 0,7371.

Di Indonesia, rupiah melemah tipis 0,09% ke 14.263,5 per dolar AS hingga pukul 14.32 WIB.

Dolar AS mengalami tekanan dari laporan pekerjaan yang mengecewakan pada Jumat pekan lalu, yang dipertimbangkan pasar sebagai isyarat pengurangan program pembelian obligasi Federal Reserve akan tertunda.

Namun, suasana telah sedikit berubah lebih menghindari risiko sejak itu, dengan beberapa para pengambil kebijakan Fed pada hari Rabu mengisyaratkan bank sentral AS tetap berada di jalur untuk mengurangi pembelian aset tahun ini bahkan ketika meningkatnya kasus Covid mengindikasikan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya Kamis, inflasi pabrik China mencapai level tertinggi 13 tahun di bulan Agustus. Indeks harga produsen naik 9,5% dari tahun sebelumnya di bulan Agustus, didorong oleh kenaikan harga bahan baku.

Dengan latar belakang kenaikan inflasi global ini, European Central Bank (ECB) harus memutuskan Kamis nanti apakah pemulihan ekonomi kawasan cukup kuat untuk mendukung pengurangan pembelian obligasi dalam waktu dekat.

Ekspektasi semakin tinggi bahwa bank sentral akan mengumumkan batas waktu untuk memperlambat pembelian obligasi, tetapi juga mencoba meyakinkan pasar bahwa kenaikan suku bunga masih jauh.

“Kami memperkirakan pesan ECB gagal memenuhi ekspektasi seperti itu, kami pikir risikonya condong ke pelemahan EUR hari ini,” kata analis di ING dalam catatan. “EUR/USD karena itu dapat terus melepas kenaikan baru-baru ini dan bergerak kembali ke bagian bawah kisaran 1,17-1,20.”

Sementara, USD/TRY terus naik 0,54% di 8,5054 pukul 14.41 WIB menyusul komentar Rabu dari gubernur bank sentral Turki, Sahap Kavcioglu, yang menyatakan inflasi inti adalah penentu utama dari kebijakan moneter.

“Dengan pertimbagan angka utama dan inti saat ini mulai menyimpang … pasar tampaknya sedikit takut bahwa pergeseran ke pelonggaran awal dapat muncul – bahkan mungkin pada pertemuan CBT 23 September,” ungkap ING.

Sumber : Investing
Equityworld Futures