Equityworld – Dolar Amerika Serikat naik pada Rabu (01/09) pagi di Asia tetapi diperdagangkan mendekati titik terendah dalam hampir tiga minggu. Investor masih tidak banyak bergerak menjelang laporan pekerjaan AS terbaru yang dapat memberikan petunjuk untuk garis waktu pengurangan aset Federal Reserve AS dan akan dirilis pada hari Jumat.

Indeks dolar AS menguat 0,11% di 92,735 pukul 10.59 WIB menurut data Investing.com. Indeks sempat jatuh ke level terendah 92,395 untuk pertama kalinya sejak 6 Agustus pada hari Selasa.

Pasangan USD/JPY naik 0,15% di 110,18. Adapun rupiah kembali melemah 0,14% di 14.285,0 per dolar AS hingga pukul 10.57 WIB.

Pasangan AUD/USD naik tipis 0,01% di 0,7316. PDB Australia tumbuh sebesar 9,6% tahun ke tahun dan 0,7% untuk periode kuartal ke kuartal pada kuartal II tahun 2021. NZD/SD naik tipis 0,02% di 0,7046.

Pasangan USD/CNY menguat tipis 0,04% di 6,4633 pukul 11.03 WIB setelah Indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) China dirilis mengecewakan 49,2 di Agustus, di bawah tanda 50 yang menunjukkan pertumbuhan.

Pasangan GBP/USD turun tipis 0,12% di 1,3737.

Setelah naik ke level tertinggi 9,5 bulan di 93,734 pada 20 Agustus, greenback sejak saat itu berada dalam tren menurun pasalnya beberapa petinggi Fed mengindikasikan pengurangan aset tidak akan dimulai dalam waktu dekat.

Kala Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pengurangan aset dapat dimulai pada tahun 2021 dalam simposium Jackson Hole minggu lalu, tapi ia tidak memberikan jadwal yang konkret. Presiden Fed Cleveland Loretta Mester juga mengatakan pada hari Senin bahwa ia belum yakin bahwa data inflasi baru-baru ini memenuhi tujuan stabilitas harga bank sentral.

Seputar data, Indeks kepercayaan konsumen Conference Board (CB) tercatat 113,8, tingkat terendah enam bulan, sedangkan komposit indeks harga rumah S&P/Case-Shiller 20 n.s.a. tumbuh rekor sebesar 19,1% pada bulan Juni.

Dengan pemulihan pasar tenaga kerja menjadi salah satu syarat The Fed untuk memulai pengurangan aset, investor akan memperhatikan laporan pekerjaan AS terbaru yang mencakup ketenagakerjaan nonpertanian, yang akan dirilis pada hari Jumat.

“Tren naik dolar telah berakhir setidaknya untuk saat ini,” setelah Powell berhasil memisahkan perdebatan tentang waktu tapering dari setiap keputusan terkait suku bunga yang lebih tinggi, kepala strategi valuta asing National Australia Bank (OTC:NABZY) Ray Attrill mengatakan dalam catatan.

“Pergerakan harga positif” dalam dolar Australia dan Selandia Baru sejak mencapai posisi terendah 20 Agustus dan ini menunjukkan “basis sekarang telah dibentuk untuk kedua mata uang itu,” tambah catatan

Sumber : Reuters, Investing
Equityworld Futures