Equityworld Futures – Dolar Amerika Serikat bergerak naik pada Senin (08/02) pagi, bahkan ketika investor mencerna data pekerjaan AS yang mengecewakan sehingga mendorong langkah investor sedikit mengurangi spekulasinya terhadap penguatan dolar.

Indeks dolar AS menguat 0,11% di 91,067 pukul 10.00 WIB menurut data Investing.com dan USD/JPY naik tipis 0,08% di 105,44, AUD/USD turun tipis 0,03% ke 0,7675 dan NZD/USD naik tipis 0,03% ke 0,7200.

Pasangan USD/CNY turun tipis 0,13% ke 6,4581 dan pasangan GBP/USD turun tipis 0,03% di 1,3730 pukul 10.03 WIB. Rupiah pun beranjak menguat 0,16% ke 13.997,5 per dolar AS hingga pukul 10.05 WIB.

Laporan pekerjaan AS hari Jumat silam untuk Januari menunjukkan bahwa ada lebih sedikit pekerjaan yang diciptakan perekonomian daripada estimasi. Gaji pekerja non pertanian dirilis sebanyak 49.000, lebih baik dari kontraksi bulan sebelumnya sebesar 227.000, tetapi di bawah angka 50.000 perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com. tingkat pengangguran berada di 6,3%, lebih rendah dari perkiraan 6,7% dan pertumbuhan Desember 6,7%.

“Gaji sektor non-pertanian yang kecil telah benar-benar menarik tangga keluar dari bawah dolar…. sekarang pasar mempertanyakan apakah dolar bisa naik lebih jauh. Banyak hal bergantung pada COVID-19, tetapi kami juga perlu tahu kapan stimulus fiskal AS akan lolos,” ahli strategi valuta asing Daiwa Securities, Yukio Ishizuki, mengatakan kepada Reuters.

Investor terus mengurangi posisi short pada greenback, dengan beberapa orang mengatakan bahwa data ekonomi AS yang lebih baik dan tanda-tanda kemajuan yang berkelanjutan dalam pertempuran melawan COVID-19 diperlukan menjelang kenaikan dolar lebih lanjut.

Spekulasi bearish bersih pada mata uang AS turun menjadi $29,95 miliar untuk pekan yang berakhir 2 Februari, dibandingkan dengan posisi short bersih senilai $33,81 miliar untuk minggu sebelumnya, menurut perhitungan Reuters menggunakan data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) AS.

AS juga akan merilis anggaran federal pekan ini. Lebih banyak data AS, termasuk indeks harga konsumen, juga akan dirilis seiring berjalannya waktu.

Investor juga menunggu data dari seberang Atlantik di mana data produksi industri Jerman Desember juga akan diumumkan.

 

Sumber :  Reuters, Investing
PT Equityworld Futures