PT EquityWorld Futures: Nilai tukar rupiah makin lemah saja di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Siang ini dolar AS sempat menanjak sampai kisaran Rp 11.890 per dolar AS.

Pagi tadi rupiah sudah mulai melemah, dolar AS pagi tadi berada di kisaran Rp 11.800, dibandingkan posisi kemarin masih di Rp 11.795.

Tengah hari tadi rupiah menyentuh titik terendahnya hari ini, yaitu saat dolar menanjak sampai Rp 11.890. Sampai pukul 14.10 WIB dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp 11.860 berdasarkan data perdagangan Reuters, Rabu (4/6/2014).

Banyak faktor yang menyebabkan rupiah tertekan. Pertama adalah pemulihan ekonomi di AS, sehingga dolar AS menguat terhadap hampir seluruh mata uang dunia.

Kedua, reaksi atas neraca perdagangan yang pada April mengalami defisit cukup dalam, yaitu US$ 1,9 miliar. Faktor ketiga, datang dari dunia politik.

Pasar melihat dua pasangan capres-cawapres yang ada yaitu Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sudah sama kuat, sehingga muncul ketidakpastian mengenai pasangan mana yang akan memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Bank Masih Jual Dolar AS di Bawah Rp 12.000

Meski sudah mendekati Rp 12.000, dolar AS masih dijual di bawah kisaran tersebut oleh perbankan dalam negeri. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjual dolar dengan kurs Rp 11.895 dan kurs beli Rp 11.855 per dolar AS.

Sementara di PT Bank Mandiri Tbk dolar AS diperdagangkan dengan kurs jual Rp 11.882 per dolar AS, sedangkan kurs belinya sebesar Rp 11.718 per dolar AS.