EquityWorld: Setelah selama September 2014 kembali naik Rp 69,91 triliun. Jumlah utang pemerintah Indonesia kini menjadi Rp 2.601,72 triliun.

Secara rasio terhadap PDB total di 2013, utang pemerintah Indonesia berada di level 26,5% hingga September 2014.

Namun, jumlah utang pemerintah dengan denominasi dolar AS hingga September 2014 mencapai US$ 213,05 miliar, turun dari posisi Agustus 2014 sebesar US$ 216,08 miliar.

Demikian data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu yang dikutipdetikFinance, Rabu (22/10/2014).

Utang pemerintah di September 2014 tersebut terdiri dari pinjaman Rp 681,26 triliun, naik dibandingkan Agustus 2014 yang mencapai Rp 674,07 triliun. Kemudian berupa surat berharga Rp 1.917,92 triliun, naik dibandingkan posisi Agustus 2014 yang mencapai Rp 1.857,74 triliun.

Jika menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 9.804 triliun, maka rasio utang Indonesia hingga Juli 2014 sebesar 26,5%.

Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga September 2014 adalah:

  • Bilateral: Rp 355,76 triliun
  • Multilateral: Rp 279,97 triliun
  • Komersial: Rp 45,27 triliun
  • Supplier: Rp 260 miliar
  • Pinjaman dalam negeri: Rp 2,54 triliun

Berikut catatan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap PDB sejak tahun 2000:

  • Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
  • Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
  • Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
  • Tahun 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
  • Tahun 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
  • Tahun 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
  • Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
  • Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
  • Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
  • Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
  • Tahun 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
  • Tahun 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
  • Tahun 2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)
  • Tahun 2013: Rp 2.371,39 triliun (28,7%)
  • Agustus 2014: Rp 2.601,72 triliun (26,5%

Sumber berita: www.detik.com