PT EquityWorld Futures: Orang-orang China lakukan pembelian emas yang berkurang dibandingkan tahun lalu dan permintaan selama liburan Golden Week yang dimulai pada tanggal 1 Mei lalu turun sekitar 30 % dari tahun lalu.

Setelah tahun penjualan emas yang luar biasa di tahun 2013 lalu, situasi ini kembali seperti tahun 2012, menurut Haywood Cheung, presiden dari perkumpulan Chinese Gold & Silver Exchange.

Setelah China mengalahkan India sebagai konsumen emas terbesar tahun lalu, pembelian menggila yang dipicu oleh kemerosotan harga April tahun lalu belum terulang kembali, menurut Heraeus Metals Hong Kong.

“Biasanya mereka menghabiskan sekitar HK $ 10.000 ($ 1.290), dan sekarang hanya sekitar HK $ 5.000 hingga HK $ 6.000, ” kata Cheung kepada Bloomberg, mengutip perkiraan dari 171 anggota perkumpulan termasuk HSBC Holdings dan Chow Tai Fook Jewellery group, rantai toko perhiasan terbesar di Negara itu.

“Tahun lalu adalah sangat istimewa . Tunggu sampai tahun depan, kita mungkin akan mulai meningkatkan pembelian secara bertahap dan kembali ke level 2013,” tambah Cheung.

Gerakan anti-korupsi Beijing, yang targetnya adalah belanja mewah dan pemberian hadiah telah mengurangi permintaan emas tahun ini, general manager dari Hareus Metals, Dick Poon mengatakan kepada Bloomberg pekan lalu.

Penjualan perhiasan emas dan perak China turun 30 % menjadi 20.8 milyar yuan ($ 3,3 miliar, € 2,4 miliar, £ 1,9 miliar) pada bulan April dari tahun lalu, menurut data pemerintah .

Impor emas Bersih ke daratan China dari Hong Kong berada di 275,6 ton dalam tiga bulan pertama tahun 2014, berbanting 210,5 ton pada periode yang sama tahun lalu.

Lebih dari 80 % emas, perak batangan dan koin yang ekspor Swiss mulai kembali masuk ke Asia sejak bulan Januari, Swiss Federal Customs Administration mengatakan pada 20 Februari lalu.

China mengimpor hampir 1.160 ton emas dari Hong Kong pada tahun 2013 dibelakang kemerosotan harga . Konsumsi emas di China berada pada rekor 1,176.4 ton tahun lalu.

Harga emas jatuh 28 % pada tahun 2013 untuk mengakhiri reli selama 12 tahun sebelumnya karena Federal Reserve AS siap untuk memangkas stimulus pembelian obligasi bulanannya.

Sumber : International Business Times