Equityworld – China telah menyatakan memburuknya konflik Afghanistan di masa mendatang sebagai “tantangan nyata” bagi negara-negara tetangganya. China menekankan perlunya penanganan secara kolektif untuk memastikan perdamaian regional.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah video yang direkam sebelumnya untuk seminar di ibukota Pakistan terkait 70 tahun hubungan diplomatik Beijing dengan Islamabad.

Wang mengatakan China, bersama dengan Pakistan, akan terus mendukung pihak Afghanistan yang berperang untuk mencari penyelesaian politik melalui pembicaraan damai dan mencapai rekonsiliasi nasional dan perdamaian yang “berkelanjutan”.

“Kita harus bergandengan tangan dalam menjaga perdamaian regional. Masalah Afghanistan di masa mendatang adalah tantangan nyata bagi China dan Pakistan,” kata diplomat tertinggi China itu dalam acara yang diselenggarakan oleh Institut China Pakistan yang independen dan berbasis di Islamabad.

“Kita akan mendorong negara-negara lainnya yang berkepentingan untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi, secara efektif mencegah meluasnya risiko keamanan, dan terutama mencegah pasukan teroris regional dan internasional mendatangkan malapetaka dan bertahan,” tambah Wang.

Permusuhan antara gerilyawan Taliban dan pasukan pro-pemerintah di Afghanistan telah meningkat tajam ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Peningkatan ini terjadi sejak awal Mei, ketika Amerika dan NATO secara resmi mulai menarik pasukan terakhirnya dari negara itu berdasarkan perintah Presiden Joe Biden.

Memburuknya keamanan setelah kemajuan cepat Taliban di Afghanistan telah menimbulkan kekhawatiran di antara tetangga negara itu, termasuk Pakistan dan Iran. Kekhawatiran itu termasuk gelombang baru pengungsi Afghanistan sebagai akibat dari kekacauan tersebut.

Ketidakamanan itu juga telah menimbulkan kekhawatiran bahwa krisis kemungkinan akan mendorong kelompok teroris transnasional, termasuk kelompok teror ISIS, untuk memperluas pengaruhnya di negara Asia Selatan yang dilanda perang dan mengancam keamanan internasional.

Sumber : VOA, Ewfpro
Equityworld Futures