China terkejut pasar bullion dengan menyatakan kepemilikan emas resminya untuk pertama kali dalam 6 tahun terakhir “ yaitu dengan angka cadangan yang sangat kecil, kurang dari setengah yang telah konsensuskan oleh pasar. Terakhir China melaporkan angka cadangan emasnya sebesar 1.054 ton pada bulan April 2009 lalu – naik hanya menjadi 1.658 ton yang tercatat pada pekan ini – kami tidak percaya dengan angka tersebut, tapi kami tetap berusaha untuk memahami apa motivasi mereka untuk menurunkan cadangannya tersebut.

 

Dengan hanya 1.658 ton cadangan emas ini maka akan menempatkan China di posisi ke-5 di belakang Amerika Serikat (8133 ton), Jerman (3383 ton), Italia (2451 ton) dan Perancis (2435 ton). Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia yang dilihat dari beberapa tolak ukur, banyak yang memprediksi bahwa cadangan mereka seharusnya bisa lebih baik dari setidaknya Jerman.

 

China sedang mencari tempat utama di pasar keuangan dunia dengan berupaya untuk membuat mata uangnya diterima di bawah aturan IMF (yang disebut Special Drawing Rights) pada pertemuan yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang – dengan kata lain, Yuan bisa dimasukan oleh bank-bank sentral di seluruh dunia sebagai mata uang cadangan. Sebagai bagian dari proses ini, China perlu sepenuhnya untuk mempublikasikan cadangan emasnya; namun dalam masa-masa seperti ini seharusnya diharapkan jumlah yang sangat besar tapi yang adalah hanya jumlah yang tidak masuk akal.

 

Kedua, China tengah berjuang dengan pasar ekuitasnya yang sempat terjun bebas beberapa waktu lalu sehingga sebagian mengharapkan dengan deklarasi cadangan emas yang seharusnya cukup besar seharusnya bisa memberikan kenyamanan kepada investor dalam negeri … tapi sekali lagi, angka yang dikeluarkan masih dianggap tidak masuk akal.

 

Penjelasan yang ketiga – dunia konspirasi, adalah bahwa China ingin mengecilkan cadangan emasnya sebagai bagian dari cadangan utama – terutama karena mereka adalah pembeli terbesar di dunia baik untuk perhiasan dalam negeri dan untuk top-up cadangan resminya (selain merupakan produsen utama emas dunia, China sekaligus sebagai pembeli yang signifikan). Bisa dikatakan bahwa China mungkin akan mengadopsi kebalikan dari kebijakan Inggris di tahun 1990-an pada masa jabatan Gordon Brown di mana saat itu lebih berniat untuk menjual sebagian cadangan emasnya – sehingga mendorong penurunan harga ke level terendah 21 tahun.

 

Saya menduga keputusan telah dibuat oleh IMF terkait dengan Yuan agar bisa seperti dolar AS sebagai mata uang cadangan yang secara efektif sedang berusaha untuk mengisi kekosongan cadangan saat Bank-Bank Sentral mulai mengabaikan Euro. .. dan oleh karena itu perlu Negara tersebut harus melebihkan kepemilikan emasnya.